Terminal Giwangan Akan Dipoles agar Setara Bandara

Kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Terminal Giwangan, Kota Jogja, Minggu (16/6/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
17 Juni 2019 06:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana merevitalisasi Terminal Giwangan, Kota Jogja, dengan meningkatkan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) pengelola sehingga setara dengan kualitas bandara. Jogja menjadi satu dari lima kota percontohan peningkatan pelayanan transportasi bus.

Rencana ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya ke Terminal Giwangan, Minggu (16/6/2019).

Menhub mengatakan revitalisasi merupakan upaya pemerintah untuk mengembalikan minat masyarakat pada transportasi bus. Berdasarkan evaluasi mudik tahun ini, ia melihat angkutan massal belum berjalan maksimal. “Angkutan massal menjadi potret menyeluruh, maka harus kami perbaiki,” kata dia.

Menurut Budi Karya Sumadi, Jogja merupakan kota yang memiliki tingkat kunjungan wisata tinggi. Oleh karena itu, revitalisasi Terminal Giwangan harus segera dilakukan. “Kami ingin tingkat layanan harus lebih baik, untuk SDM kami akan menempatkan orang-orang terbaik dari Jogja,” kata dia.

Peningkatan juga dilakukan pada fasilitas di terminal. Ruang-ruang yang ada harus berguna, jangan sampai ada yang mangkrak. “Atmosfer dari tempat itu juga harus baik, tentu banyak arsitek dari Jogja yang bisa merancang,” katanya.

Setelah selesai dibangun, Kemenhub mempersiapkan proyek buy the service. Pada prinsipnya pemerintah akan menarik minat masyarakat menggunakan bus dengan memberikan subsidi kepada para penumpang. “Semisal yang tadinya bayar Rp10.000 jadi bayar Rp5.000,” katanya.

Dengan program ini Menhub berharap bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi massal. Targetnya saat musim mudik, masyarakat bisa semakin banyak yang menggunakan transportasi massal.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengatakan program revitalisasi Terminal Giwangan adalah untuk memperbaiki ekosistem transportasi massal, khususnya bus. Giwangan menjadi prototipe yang akan menjadi acuan semua terminal di seluruh Indonesia.

Pada 2020 Pemerintah Pusat bakal memperbaiki 40 terminal dengan menyamakan standarnya dengan bandara. Untuk merealisasikan program ini, Kemenhub menyiapkan anggaran Rp2 triliun dengan anggaran masing-masing terminal berkisar Rp40 hingga Rp50 miliar.

Budi Setiyadi menyatakan dari 128 terminal tipe A yang ada di Indonesia, belum semuanya menjadi aset Kemenhub. Sedangkan terminal yang akan diperbaiki merupakan terminal yang telah diserahkan ke Kemenhub. “Kami mendorong bupati dan wali kota untuk segera menyerahkan kalau ingin terminalnya diperbaiki,” katanya.

Terminal Giwangan saat ini masih dalam proses penyerahan menjadi aset Kemenhub. Targetnya tahun ini telah selesai dan 2020 pembangunan bisa dimulai. Jika dalam setahun bisa merevitalisasi 40 terminal, makai revitalisasi seluruh terminal tipe A di Indonesia ditargetkan selesai tiga hingga empat tahun ke depan.

Dijelaskan Budi Setiyadi, menyamakan terminal dan bandara yang diinginkan Kemenhub yakni dari sisi layanan, bangunan, zona dalam terminal dan area komersial. “Nanti ada zona penumpang yang sudah punya tiket dan penumpang yang belum, sehingga kualitasnya bisa sekelas bandara,” katanya.

Untuk program buy the service, ia menyebutkan lima kota yang menjadi percontohan adalah Pekanbaru, Batam, Semarang, Medan dan Bandung. Dalam buy the service ini pemerintah membeli layanan, sedangkan operator dan penyedia busnya dari pihak swasta.