2 Kolam di Sendang Surocolo Bantul Kering Kerontang

Salah satu kolam pemandian Surocolo yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2019. Harian Jogja - Kiki Luqmanul Hakim (ST16).
19 Juni 2019 15:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Pemandian Sendang Surocolo, Pundong, Bantul mengalami penyusutan air secara signifikan di awal musim kemarau 2019 ini. Dari tiga kolam yang ada, dua kolam telah kering dan satu kolam lagi hanya berisikan sedikit air yang setiap harinya terus menyusut.

Wardi selaku warga setempat dan juga pengelola kolam mengaku sudah dua bulan ini tiga kolam tersebut kekurangan air. “Sejak awal musim kemarau di kolam pemandian kekurangan air, beda kalau waktu musim hujan, airnya melimpah banyak,” katanya saat ditemui Harianjogja.com pada Senin (17/6/2019)

Menurut Wardi air untuk mengisi kolam berasal dari mata air Surocolo yang keluar dari celah bebatuan di bawah bukit dan pohon besar. Sedang saat ini celah bebatuan dan pohon besar tidak mengeluarkan air.

Selain untuk pemandian, sebenarnya tiga kolam tersebut juga digunakan untuk keperluan warga sehari-hari. “Ada sekitar 350 KK dari dua padukuhan yang menggunakan air-air tersebut, padukuhan Ngreco sama Poyahan,” jelas Wardi.

Dari pusat mata air warga kedua padukuhan tersebut telah menyambungkan pipa menuju tempat-tempat penampungan seperti bak, lalu dari bak tersebut dialirkanlah air tersebut kepada rumah-rumah warga.

“Karena sekarang kondisi airnya sedikit, maka proses pengaliran dilakukan secara bergantian. Kalau malam dialirkan ke rumah warga bagian bawah terus kalau pagi gantian untuk warga yang rumahnya di atas,” lanjut Wardi.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum adanya gempa pada 2006 lalu, debit air di mata air Surocolo sangat melimpah meskipun saat musim kemarau namun setelah gempa debit air mulai menyusut ketika musim kemarau.