Advertisement
Ini Waktu Terbaik untuk Menikmati Kebun Tebu Gendu, Objek Wisata Anyar di Kulonprogo
Seorang pengunjung sedang memandangi gawai dengan latar belakang hamparan kembang tebu di Dusun Gendu, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo pada Jumat (14 - 6).
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Hamparan tebu di Dusun Gendu, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, kini menjadi daya tarik wisata baru di Kulonprogo. Pemandangan khas pegunungan Menoreh membuat banyak orang mampir untuk menikmati keindahan alam.
Ketua Unit Pengelola Kebun Tebu Gendu, Adi Warsito, mengatakan ladang tebu itu banyak didatangi pengunjung, terutama orang-orang yang ingin berfoto dengan latar pemandangan bagus. Sejak bunga dari hamparan tebu itu muncul dari Maret, tempat itu ramai.
Advertisement
Dalam sehari, jumlah pengunjung bisa sampai 200 orang. “Sementara untuk hari libur bisa meningkat antara 500 sampai ribuan orang. Kebanyakan mereka datang untuk berfoto karena memang sudah kami sediakan spot,” ujar Adi, Jumat (14/6/2019).
Saat Ramadan lalu, pengunjung banyak berdatangan saat Matahari mulai lindap menjelang azan Magrib untuk ngabuburit. Banyak pula orang datang tatkala Matahari terbit.
Pengunjung hanya dikenai Rp2.000 untuk parkir motor dan Rp5.000 untuk parkir mobil. Pengelola juga menyiapkan kotak sukarela bila pengunjung ingin menyumbangkan dana seikhlasnya guna merawat sejumlah spot foto yang dibuat swadaya oleh pengelola. “Rencananya mau kami tambah [spotnya],” tutur Adi.
Pengunjung yang ingin menikmati pemandangan hamparan tebu itu sebaiknya datang sebelum masuk Juli. Di Juli nanti, diperkirakan bunga akan mulai berguguran. Bunga hanya bertahan empat bulan sejak mekar saat Maret.
Salah satu wisatawan, Rahman, 24, datang dari Sleman hanya untuk menikmati hamparan kembang tebu tersebut. Informasi wisata hamparan tebu itu ia peroleh dari media sosial. “Awalnya karena saya penasaran, jadi ke sini coba buktikan bagus apa enggak, ternyata memang bagus,” kata dia.
Namun, menurutnya, tempat ini perlu fasilitas tambahan. Seperti spot foto yang diperbanyak, juga toilet. Jika perlu, bisa ditambahkan pula musala agar memudahkan wisatawan yang beragam Islam untuk menunaikan kewajiban agamanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Wilayah di Jogja dan Sedayu Kena Pemadaman Listrik, Hari Ini
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Kasus Pengeroyokan Remaja di Bantul, Motif Diduga Rivalitas Geng
Advertisement
Advertisement









