Adik Hilang, Suami Selamat, Tangis Keluarga Korban Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
Foto ilustrasi. /Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN – Guna meningkatkan mutu dan pelayanan perpustakaan, Senin (24/6/2019) tim akreditasi nasional didampingi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman melakukan penilaian akreditasi perpustakaan yang ada di tiga sekolah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, A A Ayu Laksmidewi menyampaikan bahwa akreditasi ini akan berjalan selama tiga hari dan menyasar sepuluh perpustakaan yang ada di Sleman.
“Akreditasi ini sangat penting untuk menuju sebuah perpustakaan yang berstandar internasional, dan akreditasi ini berlaku untuk semua perpustakaan yang ada di Sleman. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan,” katanya kepada Harianjogja.com pada Senin (24/6/2019).
“Tidak hanya perpustakaan sekolah saja tapi kami juga melakukan akreditasi di perpustakaan-perpustakaan yang ada di desa. Selain itu akreditasi juga bertujuan agar perpustakaan bisa menjadi tempat berdiskusi serta tempat untuk melahirkan inovasi-inovasi terhadap pembacanya,” lanjut Ayu.
Menurutnya akreditasi sebuah perpustakaan sangat berpengaruh terhadap minat baca seseorang ketika pertama kai melihat akreditasi perpustkaan tersebut. Jika akreditasinya bagus maka orang yang baru pertama kali akan percaya dan langsung tertarik untuk datang lagi di perpustakaan itu.
“Untuk pengakreditasian ini ada banyak sekali poin yang dinilai, mulai dari fasilitas hingga layananan dan juga ada pengutan. Penguatan sendiri contohnya seperti di SMA 1 Depok tadi penguatan perpusnya adalah perpustakaan berbasis budaya, kemudian ada juga tadi perpustakaan yang berbasis alam di SD Kanisius Mangunan,” kata Ayu.
Sedangkan untuk perpustakaan umum pihak Ayu dan tim akreditasi juga memperhatikan bagaimana pelayanan serta fasilitas yang ada, selain itu pihaknya juga menyoroti apakah perpustakaan tersebut sudah ramah difabel atau belum.
“Seharusnya untuk perpustakaan umum seperti perpus desa maupun perpus umum lainnya harus sudah ramah difabel dan juga ramah lansia, karena difabel dan lansia juga berhak untuk menambah ilmu dan mendapatkan suatu inovasi baru di sebuah perpustakaan,” katanya.
“Untuk hasilnya harus menunggu dari tim pusat dan karena kami sendiri tidak berwenang. Harapan kami setelah adanya akreditasi ini, seluruh pelayanan serta fasilitas perpustakaan di seluruh Sleman mampu meningkatkan minat baca dan juga mampu menjadi tempat untuk mencari ilmu bagi para pembacanya. Terutama perpus sekolah dan juga perpus desa maupun perpus daerah,” tutup Ayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.