Gunungkidul Ingin Segera Kirim TKI ke Jepang

Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). - Solopos/ Nicolous Irawan
27 Juni 2019 04:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul menyambut baik adanya kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang terkait dengan Specified Skilled Worker (SSW). Pasalnya dengan kerja sama ini, potensi pengiriman tenaga kerja ke Jepang akan semakin besar.

Kepala Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang merupakan peluang yang baik. Pasalnya, dengan kerja sama bilateral ini maka ada peluang tenaga kerja asal Gunungkidul bisa bekerja di Jepang.

“Ini peluang yang bagus. Apalagi minat warga Gunungkidul yang bekerja ke luar negeri juga semakin banyak,” kata Aris kepada wartawan, Kamis (26/6/2019).

Menurut dia, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri menjadi ranah dari Pemerintah Provinsi. Namun demikian, Disnakertrans kabupaten bisa membantu dalam upaya rekomendasi agar masuk dalam program pengiriman tenaga kerja ke Jepang.

“Memang dari sisi kualifikasi harus memenuhi. Jika memang tertarik, kami siap memfasilitasi, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas ketrampilan dan bahasa yang dimiliki,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kerja ke luar negeri merupakan hal yang biasa. Setiap tahunnya ada ratusan TKI asal Gunungkidul yang dikirimkan ke berbagai Negara seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan hingga kawasan Timur Tengah.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Munawar Aksin mengatakan, untuk bekerja di luar negeri, calon pekerja tidak hanya memiliki ketrampilan, namun dari sisi bahasa juga harus terpenuhi.

Pasalnya, dengan mengerti bahasa tempat tujuan Negara untuk bekerja maka akan mempercepat dalam proses adaptasi di lingkungan kerja.

“Bahasa sangat penting dan kami imbau kepada calon tenaga kerja menguasai bahasa di Negara yang dituju,” katanya.

Menurut dia, untuk meningkatkan ketrampilan calon tenaga kerja, Disnakertrans akan memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja. Munawar menjelaskan, BLK bisa menjadi solusi dan pelatihan sehingga kemampuan yang dimiliki tenaga kerja mumpuni dan bisa bersaing dengan calon tenaga kerja dari daerah lain. “Kita rutin menggelar sejumlah pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan para pencari kerja,” katanya.