Genjot Produktivitas, Puluhan Petani di Gunungkidul Peroleh Bantuan Peralatan

Sejumlah petani saat menerima bantuan hand tractor di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Jumat (28/6/2019) - Harian Jogja/David Kurniawan
28 Juni 2019 22:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan petani di Gunungkidul mendapatkan bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian. Dengan adanya bantuan ini diharapkan produktivitas hasil pertanian meningkat.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pedagangan Internasional yang juga Ketua Operasi Khusus Tanaman Padi, Kedelai dan Jagung DIY, Banun Hartini, mengatakan bantuan alat pertanian diberikan kepada petani di Gunungkidul sebagai upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Adapun bantuan yang diberikan berupa mesin penggiling padi, perontok jagung, mesin pompa air hingga hand tractor.

“Mudah-mudahan bantuan dapat membantu petani dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Banun di sela-sela penyerahan bantuan di halaman Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Jumat (28/6/2019).

Menurut dia bantuan yang diberikan bisa nmenghemat waktu para petani dalam hal pengolahan dan pemeliharaan. Sebagai contoh, penggunaan hand tractor dapat menyingkat waktu pengolahan. Hal yang sama juga terlihat dari fungsi alat pertanian lain seperti mesin perontok jagung. “Intinya bisa menghemat waktu hingga 40 persen dibandingkan dengan penggunaan alat-alat tradisional,” katanya.

Dia menegaskan inovasi di bidang pertanian sangat dibutuhkan karena sebagai upaya mewujudkan target swasembada pangan. “Oleh karena itu di dalam penyerahan tidak hanya bantuan alat, tapi juga bantuan benih,” katanya.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, menyatakan bantuan puluhan alat pertanian bersumber dari Pemkab dan juga bantuan dari Pemerintah Pusat. “Bantuan sudah didistribusikan kepada petani di wilayah Gunungkidul. Harapannya dengan alat-alat pertanian ini bisa memacu produktivitas pertanian,” katanya.

Dia berharap bantuan tidak hanya digunakan guna mendukung peningkatan produktivitas, tetapi alat yang diberikan dijaga dan dirawat. “Jangan hanya asal pakai, tapi juga dijaga sehingga memberikan manfaat yang positif,” kata Bambang.