Tak Biasa, Desa di Bantul Ini Syaratkan Carik Harus Bisa Pidato Bahasa Jawa

Para peserta sedang mengikuti ujian tulis dalam seleksi calon Sekretaris Desa Sumbermulyo di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, Bantul, Sabtu (27/6/2019) - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
29 Juni 2019 23:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 27 peserta mengikuti seleksi calon carik atau Sekretaris Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro. Para peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi mulai dari seleksi tertulis, psikotes, wawancara, hingga praktik. Salah satu materi praktik adalah cara mengoperasionalkan komputer dan berpidato dalam Bahasa Jawa.

“Carik ini merupakan orang kedua kepala desa, dia akan sering menggantikan peran kepala desa di masyarakat sehingga harus pandai berkomunikasi dengan masyarakat dengan bahasa yang bisa dimengerti masyarakat,” kata Kepala Desa Sumbermulyo, Ani Widayani, disela-sela menyaksikan proses seleksi carik di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, Sabtu (29/6/2019) pagi.

Ani mengatakan semua tahapan seleksi carik Desa Sumbermulyo dilakukan oleh akademisi dari STPMD "APMD" Jogja sebagai pihak ketiga. Panitia desa hanya sebatas mempersiapkan tempat dan lokasi ujian. Meski panitia desa dibolehkan untuk mengambil peran sebagian tahapan namun tidak diambilnya.

Pihak desa mempercayakan sepenuhnya kepada pihak ketiga apapun hasilnya. Upaya tersebut sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, dan bebas dari kolusi dan nepotisme. “Kami dari desa akan menerima siapapun nanti yang terpilih,” ujar Ani.

Selain terbuka dan transparan, proses seleksi juga tidak dipungut biaya apapun. Semua peserta tinggal mendaftar dan mengikuti semua tahapan seleksi. Karena itu banyak yang mendaftar. Berdasarkan catatan panitia, ada 30 orang yang mendaftar yang sebagian besar pendidikan terakhir strata satu S1. Dari 30 orang yang mendaftar, hanya 27 orang yang datang dan mengikuti seleksi tertulis.

Carik atau sekretaris desa termasuk salah satu pamong di desa, namun memiliki tugas yang strategis, harus mengakomodir semua kegiatan di pemerintahan desa, bertugas sebagai pembantu kepala desa dalam menangani urusan administrasi desa, serta menyusun perencanaan pembangunan desa.

Ani berujar saat ini sekretaris Desa Sumbermulyo dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) Triono yang menjabat sebagai Kasi Pemerinyahan. Sebelumnya sekretaris desa dijabat oleh Albani, namun ia diangkat PNS. Ia berharap calon sekretaris desa yang terpilih nanti bisa bertugas dengan baik dan memiliki jiwa sukarelawan yang tinggi.

Sekretaris desa akan mendapatkan penghasilan tetap bulanan Rp2,2 juta ditambah tanah pelungguh seluas 2,8 hektare. Belum termasuk tunjangan kerja dan tunjangan kesehatan, “Ya lumayan menjanjikan untuk penghasilan,” kata Ani.

Lebih lanjut Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Pamong Desa Bantul ini mengatakan dari 27 peserta nanti oleh pihak ketiga hasilnya akan diperingkat. Peserta yang mendapat peringkat satu dan dua akan dikirimkan kepada camat untuk memberikan rekomendasi di antara dua nama calon carik.