Antisipasi Hepatitis, Warga Diminta Lakukan Cara Ini

Virus hepatitis - Ist/webMD
01 Juli 2019 20:37 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Untuk mengantisipasi penyakit hepatitis A, masyarakat di Kabupaten Gunungkidul diimbau menerapkan pola hidup sehat. Imbauan ini berkaitan dengan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Gunungkidul.

Penyakit hepatitis A merupakan peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Akibatnya terjadi gangguan pada organ hati. Virus ini dapat menyebar dengan mudah melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja penderita hepatitis A.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan virus hepatitis A relatif tidak ganas jika dibandingkan dengan virus hepatitis B atau hepatitis C. Menurutnya, dengan menjalani perilaku hidup bersih sehat, warga bisa terhidar dari penyakit tersebut. "Misalnya membeli minuman di suatu tempat sebaiknya dilihat kebersihannya, apakah gelas atau sendoknya bersih," ujarnya kepada Harian Jogja, Senin (1/7/2019).

Dia mengimbau masyarakat di Bumi Handayani selalu mencuci tangan sebelum makan. Menurut Dewi, penyakit hepatitis A tidak didata lantaran menjadi program prioritas pemerintah. "Yang jadi program khusus seperti penyakit TBC, HIV, dan diabetes melitus," katanya.

Meski demikian hal berbeda dilakukan apabila muncul penyakit hepatitis A secara bersamaan. "Ini yang perlu dicari tahu sumbernya dari mana," katanya.

Salah seorang dokter di UPT Puskesmas I Wonosari, Rino Purwani, menyatakan penyakit hepatitis A tidak dapat dideteksi di puskesmas karena terkendala reagen. "Reagen adalah larutan untuk mengetahui apakah pasien terindikasi penyakit hepatitis atau tidak," katanya, Senin.

Dia menjelaskan dalam tes reagen yang dicampur dengan sampel darah dapat diketahui apakah pasien menderita hepatitis A, B, atau C. "Melalui tes ini juga bisa diketahui apakah penyakit masuk masa aktif atau kronis," tutur dia. Menurutnya, jika ingin melakukan pengecekan warga harus ke RSUD Wonosari. "Kalau tes di sebuah laboratorium biayanya sekitar Rp100.000," katanya

Rino menyebutkan gejala bagi orang yang terkena hepatitis A ialah demam, lemas, mual atau muntah, warna air seni menjadi gelap, dan tinja berwarna pucat. "Jika terjadi seperti itu segera periksa," katanya.