Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang penambang batu kapur bernama Sukirno, 60, warga Dusun Ngampel, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, tewas tertimpa batu besar saat tengah menambang batu pada Sabtu (29/6/2019) malam.
Peristiwa nahas ini diketahui saat korban tidak kunjung pulang dari aktivitas menambang hingga Sabtu petang. Anak korban pun berusaha mencari keberadaan orang tuanya dengan bertanya kepada rekan sesama penambang.
Teman korban, Gunawan, mengatakan tidak ada yang tahu persis kapan terjadinya kecelakaan di area pertambangan. Pasalnya, peristiwa nahas ini baru diketahui saat anak korban mencari keberadaan orang tuanya. “Saya ditanya korban [Sukirno] di mana? Kok hingga sore belum pulang, padahal biasanya pukul 16.00 WIB sudah pulang,” kata Gunawan, Minggu (30/6/2019).
Lantaran Sukirno tak pulang ke rumah, warga pun berinisiatif mencari ke area penambangan. Saat di lokasi tambang warga tidak menemukan keberadaan korban. Namun kecurigaan muncul dengan adanya sebuah batu besar yang runtuh dari atas tebing perbukitan. “Dari sinilah mulai dicari dan diketahui korban berada di bawah reruntuhan batu,” katanya.
Warga berusaha mengevakuasi jasad korban. Setelah beberapa jam melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya, jasad korban berhasil diangkat dari reruntuhan. “Setelah diangkat, korban langsung dibawa pulang ke rumah,” katanya.
Kepala Unit Reskrim Polsek Ponjong, Iptu Tri Markisno, membenarkan adanya laporan kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang penambang meninggal dunia. Menurut dia setelah mendapatkan laporan dari warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. “Korban tewas tertimpa batu yang runtuh,” kata Tri.
Tri Markisno mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati serta tidak melakukan aktivitas penambangan illegal. “Hasil penyelidikan, seringkali korban menambang sendirian. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran sehingga peristiwa yang sama tidak terulang kembali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.
Nadiem Makarim menjalani sidang putusan banding kasus Chromebook hari ini. Ia sebelumnya divonis 10 tahun penjara dan uang pengganti Rp809,59 miliar.
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Harga emas Antam Kamis 24 September 2026 turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Simak harga lengkap dan buyback.