Peserta Senam Kreasi Penthul Tembem Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang penambang batu kapur bernama Sukirno, 60, warga Dusun Ngampel, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, tewas tertimpa batu besar saat tengah menambang batu pada Sabtu (29/6/2019) malam.
Peristiwa nahas ini diketahui saat korban tidak kunjung pulang dari aktivitas menambang hingga Sabtu petang. Anak korban pun berusaha mencari keberadaan orang tuanya dengan bertanya kepada rekan sesama penambang.
Teman korban, Gunawan, mengatakan tidak ada yang tahu persis kapan terjadinya kecelakaan di area pertambangan. Pasalnya, peristiwa nahas ini baru diketahui saat anak korban mencari keberadaan orang tuanya. “Saya ditanya korban [Sukirno] di mana? Kok hingga sore belum pulang, padahal biasanya pukul 16.00 WIB sudah pulang,” kata Gunawan, Minggu (30/6/2019).
Lantaran Sukirno tak pulang ke rumah, warga pun berinisiatif mencari ke area penambangan. Saat di lokasi tambang warga tidak menemukan keberadaan korban. Namun kecurigaan muncul dengan adanya sebuah batu besar yang runtuh dari atas tebing perbukitan. “Dari sinilah mulai dicari dan diketahui korban berada di bawah reruntuhan batu,” katanya.
Warga berusaha mengevakuasi jasad korban. Setelah beberapa jam melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya, jasad korban berhasil diangkat dari reruntuhan. “Setelah diangkat, korban langsung dibawa pulang ke rumah,” katanya.
Kepala Unit Reskrim Polsek Ponjong, Iptu Tri Markisno, membenarkan adanya laporan kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang penambang meninggal dunia. Menurut dia setelah mendapatkan laporan dari warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. “Korban tewas tertimpa batu yang runtuh,” kata Tri.
Tri Markisno mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati serta tidak melakukan aktivitas penambangan illegal. “Hasil penyelidikan, seringkali korban menambang sendirian. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran sehingga peristiwa yang sama tidak terulang kembali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
SMPN 10 Jogja menambah dua rombongan belajar pada tahun ajaran 2026/2027 sehingga mampu menampung 64 siswa tambahan di tengah tingginya minat SMP negeri.
Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026
Harga cabai kembali turun pada 13 Juli 2026. Beras dan minyak goreng masih stabil, sementara kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas pangan.
Tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta Berkolaborasi Bersama Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Harga laptop, smartphone, dan PS5 naik akibat lonjakan permintaan chip memori untuk AI. Krisis pasokan disebut bisa berlangsung hingga 2028.