6 Kecamatan Rawan Kekeringan, Bantul Siapkan Rp40 Juta

Kiki Luqmanul Hakim (ST16)
Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Rabu, 03 Juli 2019 07:37 WIB
6 Kecamatan Rawan Kekeringan, Bantul Siapkan Rp40 Juta

Ilustrasi peta kekeringan. /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim (ST16).

Harianjogja.com, BANTUL –BPBD Bantul menyiapkan dana sebanyak Rp40 juta guna mengantisipasi kekeringan pada 2019 ini.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto. Menurutnya dana tersebut masih terhitung kecil dibandingkan dengan daerah lain. “Bantul itu selalu jadi yang terkecil dalam masalah dana BPBD, karena kami menghitungya memang sangat rinci namun efektif untuk menanggulangi masalah,” katanya, Minggu (30/6/2019).

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa saat ini Bantul berstatus siaga darurat dalam masalah kekeringan yang baru saja dimulai ini, menurutnya status itu diajukan atas dasar musim kemarau tahun ini akan diprediksi lebih panjang.

“Jadi dasar kami mengajukan ke Bupati ya seperti itu, selain itu upaya kami adalah melakukan koordinasi kepada desa-desa yang mempunyai potensi kekeringan setelah kami data dan koordinasi maka desa-desa tersebut akan mendapatkan droping air untuk digunakan keperluan sehari-hari,” katanya.

Ia menyebutkan sejauh ini sudah ada  daerah yang sudah mengalami kekeringan, pertama adalah Dlingo, Pleret. Sedangkan untuk titik rawan yang dimungkinkan akan mengalami kekeringan ia menyebutkan ada enam daerah.

“Ada enam kecamatan yang menjadi titik rawan, Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pleret, Pundong, dan terakhir ada Panjangan. Terus kalau yang kecil-kecil itu ada Pandak dan juga Kasihan. Tapi yang dua itu cuma titik rawan yang kecil,” lanjutnya.

Menurutnya dana Rp40 juta tersebut digunakan untuk suplai air kepada sejumlah daerah yang dianggap rawan kekeringan ketika musim seperti ini.

“Jadi dan segitu hanya kami gunakan untuk droping air saja untuk sejumlah titik yang rawan, selain itu kami juga melakukan pengecekan secara langsung kepada daerah yang meminta droping air, tujuannya agar bantuan tersebut memang sampai pada daerah yang membutuhkan. Bulan depan kami juga akan mulai menggunakan alat pemanen hujan yang akan kami pasang di tiga daerah,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online