Di Kulonprogo, 12 SMP Kurang Murid

Ilustrasi PPDB. - JIBI
05 Juli 2019 09:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah menengah pertama sudah diumumkan, Kamis (4/7/2019). Sebanyak 12 SMP di Kulonprogo kekurangan pendaftar. Dari kuota yang sudah ditentukan, banyak yang tidak terpenuhi.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo Jujur Santoso mengatakan dari 36 SMP yang menggelar PPDB, ada 12 SMP yang masih belum memenuhi kuota daya tampung.

“Paling banyak SMP yang di pegunungan, seperti SMP di Girimulyo dan Samigaluh,” ungkapnya, Kamis. Belum terpenuhinya kuota di sejumlah SMP tersebut karena jumlah lulusan sekolah dasar di wilayah tersebut yang kurang. Ia menganggap tiap tahunnya di sejumlah SMP itu juga terjadi hal yang sama.

Selain dari jumlah lulusan SD yang kurang, Jujur mengatakan masih belum terpenuhinya daya tampung di sejumlah SMP itu dipengaruhi penerapan sistem zonasi. Ada beberapa SMP seperti di Girimulyo yang kurang karena berbatasan dengan Purworejo.

Imbasnya, sekarang calon siswa lebih memilih sekolah di Purworejo, ditambah ada sekolah swasta baru juga di Girimulyo. Jujur menuturkan dengan belum terpenuhinya daya tampung di SMP tersebut proses belajar mengajar tidak akan terdampak signifikan.

Disdikpora sebelumnya sudah memperhitungkan jumlah rombongan belajar di tiap-tiap SMP. Minimal, dalam satu rombongan belajar, ada 10 siswa. Proses belajar mengajar akan dimulai pada 15 Juli mendatang diawali dulu dengan pengenalan lingkungan sekolah selama tiga hari.

Dalam penerapan sistem dalam jaringan (daring) selama pelaksanaan PPDB tahun ini, ia tak menampik masih banyaknya masyarakat yang belum bisa mengakses pendaftaran secara daring. Namun, masyarakat bisa langsung datang ke sekolah tujuan pendaftaran. Setelah mengumpulkan berkas, akan dimasukan ke dalam sistem oleh panitia PPDB di SMP yang bersangkutan.

Seperti salah satu wali murid bernama Triwartini, 53, yang pada awal pendaftaran lalu mengaku masih kesulitan dalam penerapan sistem pendaftaran secara daring. Warga Desa Triharjo, Kecamatan Wates itu mendaftarkan anaknya ke SMPN 2 Wates dan dibantu saudara untuk mendaftar lewat daring.