5.000 Lampion Akan Diterbangkan di Pantai Depok Bantul

Umat Buddha menyaksikan pelepasan lampion dalam perayaan Hari Raya Waisak 25563 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019) malam. /Harian Jogja - Nina Atmasari
07 Juli 2019 07:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak lima ribu lampion akan diterbangkan dalam even Lanterne Festival de Paris (LF de Paris) 2019 di landasan pacu Pantai Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul, pada 31 Agustus mendatang. Kegiatan yang diselenggarakan kedua kalinya di Bantul tersebut diharapkan melengkapi atraksi wisata malam di kawasan pantai.

Manajer Event LF de Paris, Ignatius Prasetyadi mengatakan festival lampion tersebut merupakan bagian dari promosi kawasan wisata Pantai Parangtritis-Pantai Depok. Tahun lalu acara serupa mampu menyedot pengunjung hingga lebih dari 50.000 orang. Bahkan melebihi jumlah pengunjung di malam pergantian tahun yang hanya sekitar 20.000 pengunjung. Lampion yang diterbangkan tahun lalu 1000 lampion.

Tidak hanya sekedar menerbangkan lampion, namun pengunjung juga bisa menikmati berbagai hiburan dengan menghadirkan Letto dan Nufi Wardhana dan beberapa arti lainnya. “Acara dimulai pukul 15.30 WIB dan puncaknya menerbangkan 5000 lampion di akhir acara pada tengah malam sekitar pukul 22.30 WIB,” kata Ignatius, Jumat (5/6/2019).

Khusus untuk area inti penerbangan lampion, panitia akan membatasi peserta hingga 25.000 orang. Pembatasan tersebut untuk kenyamanan agar peserta tidak berdesak-desakan seperti tahun lalu. Penjualan tiketpun dilakukan secara online, yang dibagi menjadi tiga varian, yaitu Single Ticket harga Rp40.000 per orang, Couple Ticket Rp100.000 untuk dua orang, dan VIP Ticket Rp150.000. Tiket mulai dibuka pada 15 Juli-24 Agustus.  Tiket sudah termasuk lampion satu orang satu lampion. Sementara di luar area inti masyarakat bebas menyaksikan festival lampion tersebut.

Ignatius mengklaim panitia sudah mendapatkan izin dari Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI). Menurut dia lampion yang akan diterbangkan nantinya berukuran sekitar 35x70 sentimeter dan terbang dengan ketinggian maksimal 100 meter dengan durasi sekitar lima menit sejak dinyalakan. Ia memprediksi sampah lampion hanya jatuh di sekitar pantai.

Karena itu pihaknya juga sudah menyaiapakan kegiatan bersih pantai pada pagi harinya bekerjasama dengan warga sekitar. Selain itu juga ada sayembara bagi yang menemukan sampah lampion bertanda khusus bisa diserahkan kepada panitia dan akan diberikan imbalan Rp1000 per satu lampion, “Lampion kami ada logo khusus nanti,” ujar Ignatius.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo tidak menampik acara festival lampion tersebut dapat menarik wisatawan. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi kegiatan tahunan.

“Diharapkan menjadi even tahunan di Bantul dan mampu sebagai upaya atraksi untuk menghadirkan wisata malam,” kata Kwintarto.

Saat ini Dinas Pariwisata Bantul juga tengah mengembangkan berbagai atraksi dan kegiatan di Parangtritis dan pantai Depok sebagai suguhan bagi wisatawan supaya tidak bosan berkunjung ke pantai di Bantul.