Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Ilustrasi. /Solopos-Agoes Rudianto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun ini akan digelar November dan diikuti 56 desa. Rencananya pada akhir bulan ini tahapan pilkades akan dimulai.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Muhammad Farkhan, mengatakan untuk regulasi pelaksanaan pilkades, pemkab sudah memiliki Perda tentang Pengangkatan Pemberhentian Kepala Desa. Aturan ini diperkuat dengan penyusunan peraturan bupati sebagai petunjuk teknis dalam pelaksanaan. “Sudah ada drafnya dan sekarang dalam tahap finalisasi di Bagian Hukum Setda Gunungkidul,” kata Farkhan kepada Harianjogja.com, Sabtu (6/7/2019).
Menurut dia, setelah perbup ditandatangani oleh bupati tahapan dilakukan dengan menyosialisasikan regulasi pilkades kepada camat maupun perangkat desa. “Sudah kami jadwalkan dan akhir bulan ini, tahapan pilkades sudah bisa dimulai,” kata dia.
Farkhan menjelaskan, tahapan pilkades dimulai dengan pembentukan panitia pilkades oleh Kepala Desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa. Setelah panitia terbentuk, kepanitiaan mulai menyusun tata tertib yang mengacu pada perda dan perbup yang mengatur tentang penyelenggaraan pilkades. “Proses tahapan akan berjalan mulai dari penyusunan daftar pemilih, penjaringan bakal calon, kampanye, hingga proses pemilihan dan penetapan kades terpilih,” kata Farkhan.
Dijelaskannya, untuk mendukung penyelenggaraan Pilkades 2019, Pemkab Gunungkidul telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,1 miliar. Pagu anggaran ini rencananya untuk membiayai seluruh kegiatan selama pilkades berlangsung. “Pilkades akan dilaksanakan serentak di 17 kecamatan. Panggang menjadi satu-satunya kecamatan yang tidak menyelenggarakan pemilihan,” kata Farkhan lagi.
Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko berharap penyelenggaraan pilkades berjalan lancar. Selain menyediakan pagu anggaran, pemkab kata dia telah mendapatkan hibah kotak suara dari KPU Gunungkidul. “Kotak-kotak suara itu akan kami gunakan dalam pilkades serentak,” katanya.
Sujoko menjelaskan, penyelenggaraan pilkades serentak tahun ini merupakan gelombang ketiga. Sebelumnya, pemkab sukses menyelenggarakan Pilkades 2015 dan 2018. Untuk penyelenggaraan di 2015 diikuti sebanyak 58 desa, sedangkan tahun lalu peserta pilkades serentak sebanyak 30 desa. “Rencananya pilkades serentak akan kembali diselenggarakan di 2021,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.