Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Ilustrasi. /Solopos-Agoes Rudianto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun ini akan digelar November dan diikuti 56 desa. Rencananya pada akhir bulan ini tahapan pilkades akan dimulai.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Muhammad Farkhan, mengatakan untuk regulasi pelaksanaan pilkades, pemkab sudah memiliki Perda tentang Pengangkatan Pemberhentian Kepala Desa. Aturan ini diperkuat dengan penyusunan peraturan bupati sebagai petunjuk teknis dalam pelaksanaan. “Sudah ada drafnya dan sekarang dalam tahap finalisasi di Bagian Hukum Setda Gunungkidul,” kata Farkhan kepada Harianjogja.com, Sabtu (6/7/2019).
Menurut dia, setelah perbup ditandatangani oleh bupati tahapan dilakukan dengan menyosialisasikan regulasi pilkades kepada camat maupun perangkat desa. “Sudah kami jadwalkan dan akhir bulan ini, tahapan pilkades sudah bisa dimulai,” kata dia.
Farkhan menjelaskan, tahapan pilkades dimulai dengan pembentukan panitia pilkades oleh Kepala Desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa. Setelah panitia terbentuk, kepanitiaan mulai menyusun tata tertib yang mengacu pada perda dan perbup yang mengatur tentang penyelenggaraan pilkades. “Proses tahapan akan berjalan mulai dari penyusunan daftar pemilih, penjaringan bakal calon, kampanye, hingga proses pemilihan dan penetapan kades terpilih,” kata Farkhan.
Dijelaskannya, untuk mendukung penyelenggaraan Pilkades 2019, Pemkab Gunungkidul telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,1 miliar. Pagu anggaran ini rencananya untuk membiayai seluruh kegiatan selama pilkades berlangsung. “Pilkades akan dilaksanakan serentak di 17 kecamatan. Panggang menjadi satu-satunya kecamatan yang tidak menyelenggarakan pemilihan,” kata Farkhan lagi.
Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko berharap penyelenggaraan pilkades berjalan lancar. Selain menyediakan pagu anggaran, pemkab kata dia telah mendapatkan hibah kotak suara dari KPU Gunungkidul. “Kotak-kotak suara itu akan kami gunakan dalam pilkades serentak,” katanya.
Sujoko menjelaskan, penyelenggaraan pilkades serentak tahun ini merupakan gelombang ketiga. Sebelumnya, pemkab sukses menyelenggarakan Pilkades 2015 dan 2018. Untuk penyelenggaraan di 2015 diikuti sebanyak 58 desa, sedangkan tahun lalu peserta pilkades serentak sebanyak 30 desa. “Rencananya pilkades serentak akan kembali diselenggarakan di 2021,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 19 September 2026 dari Stasiun Palur ke Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan tiap stasiun.
PSIM Jogja kalah 2-1 dari Madura United setelah unggul lebih dulu. Van Gastel menilai laga seharusnya sudah dikunci sejak babak pertama.
Penembakan terjadi di Banga National High School, Filipina. Tiga orang tewas, termasuk terduga pelaku, dan delapan lainnya terluka.