Iduladha Kulonprogo, Stok Ternak Dipastikan Aman

Ilustrasi penjual kambing untuk Iduladha. - JIBI/Harian Jogja
11 Juli 2019 21:02 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpangan) Kulonpogo memastikan stok ternak untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban saat perayaan Hari Raya Iduladha mendatang masih mencukupi.

Kepala Bidang Peternakan Disperpangan Kulonprogo Nursyamsu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pendataan terakhir, stok hewan ternak di Kulonprogo tahun ini berjumlah 32.970 ekor, yang terdiri dari 3.048 sapi, 13.793 domba dan 16.129 kambing.

“Stok aman karena kebutuhan hewan kurban rata-rata di kisaran 2.500 ekor,” ujarnya, Kamis (11/7/2019). Meski dipastikan telah mencukupi, Kulonprogo masih menerima suplai hewan kurban dari berbagai daerah.

Sapi misalnya disuplai dari Gunungkidul dan Purworejo, Jawa Tengah sedangkan kambing dan domba diambil dari para peternak di wilayah Magelang, Wonosobo dan Banjarnegara. Hewan kurban dari luar daerah ini mulai berdatangan sekitar tiga pekan sebelum Iduladha. Biasanya, ternak-ternak tersebut akan langsung diantarkan kepada konsumen maupun diperjualbelikan lewat pasar hewan.

Untuk memastikan kesehatan hewan ternak luar daerah menjelang hari kurban, Disperpangan akan
menerjunkan tiga tim pemantau hewan ternak. Tim ini juga bertugas memeriksa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Tiap penjual diharuskan memiliki surat tersebut. Jawatan ini juga telah menerbitkan surat imbauan kepada seluruh penjual hewan di Kulonprogo untuk tidak mendatangkan ternak dari Gunungkidul.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disperpangan Kulonpogo Drajat Wibowo menerangkan imbauan ini sebagai antisipasi tidak ada ternak dari Gunungkidul yang dijual di Kulonprogo. Penyebabnya, sempat muncul kasus antraks yang menjangkiti hewan ternak asal kabupaten berjuluk Bumi Handayani tersebut.

Salah satu pedagang sapi partai besar di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Suparlan, mengatakan meski sudah ada imbauan dari Disperpangan tentang anjuran tidak mendatangkan ternak dari Gunungkidul, pedagang tak terlalu menggubris.

Alasannya, selama ternak yang dijual sehat maka hal itu tak perlu dipermasalahkan. Selama bertahun-tahun dirinya mengaku sudah mendatangkan sapi dari kelompok ternak Gunungkidul. Kualitas daging yang bagus membuat kerja sama ini awet sampai sekarang.

“Kerja sama sudah berjalan bertahun-tahun, Alhamdulillah sehat. Tidak ada halangan penyakit. Jadi masih mendatangkan dari Gunungkidul,” ujar Olan, sapaan akrabnya. Kendati demikian, bukan berarti Olan bertindak asal mendatangkan sapi dari daerah tersebut. Sebelum memilih, dipastikan dulu sapi itu dalam kondisi sehat.

Olan juga memperhatikan kondisi kondisi kandang sapi miliknya. Dia rutin membersihkan kandang minimal seminggu sekali. Pakan ternak, vitamin, dan perawatan kesehatan juga rutin dilakukan. Jika ada ternak yang terlihat kurang sehat, maka langsung dibawa ke dokter hewan.

Untuk menyambut perayaan Iduladha, Olan telah menyediakan ratusan ekor sapi dengan kisaran harga Rp19 juta hingga Rp35 juta. “Kalau ada yang minta surat kesehatan, akan kami [pedagang] sediakan dari dokter langganan kami,” ujarnya.