Bandara Kulonprogo Dianggap Etalase Bagus untuk Produk Lokal

Galeri Jogja merupakan ruang khusus untuk pemasaran produk lokal di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, beberapa waktu lalu. Di ruang ini, setidaknya ada sembilan produk lokal Kulonprogo yang memiliki stan pemasaran. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
11 Juli 2019 23:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONOPROGO—Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) dianggap etalase bagus untuk produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal Kulonprogo. Sudah tiga bulan lebih produk UMKM Kulonprogo dipasarkan di bandara baru dan hasilnya cukup lumayan.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis, yang memproduksi cokelat olahan dari kakao asli Kalibawang bermerek Wondis, Dwi Martuti Rahayu, mengatakan setelah tiga bulan dipasarkan di YIA, produk cokelatnya cukup laris dibeli.

“Setiap Minggu, stok selalu habis dibeli,” tuturnya kepada Harian Jogja, Kamis (11/7/2019).

Setiap pekannya dia biasa menyetok produk olahan cokelat sebanyak 30 bungkus dengan delapan varian rasa yang berbeda.

Di Galeri UMKM Jogja, Wondis dipasarkan dengan sembilan produk lokal Kulonprogo lainnya. Di awal mulai dipasarkan, pembeli hanya dari kalangan berbagai instansi yang berkunjung di YIA. Kini, pembelinya sudah berasal dari penumpang pesawat.

Dwi menuturkan meskipun dari hasil penjualan kurang signifikan tetapi keuntungan datang tidak hanya dari penjualan langsung saja saat di bandara. Efek pemasaran produk didapatkannya setelah ada yang memburu Wondis sampai ke lokasi produksi di Kalibawang.

Salah satu pelaku UMKM lainnya yang produknya dipasarkan di YIA, Himawan Ardhi, mengatakan produk kaus dengan merek Sugriwa Subali sudah mulai laku di bandara sejak awal-awal bulan dipasarkan.

Di bulan pertama, pengelola sampai meminta stok baru untuk dipasarkan kembali. Meski demikian, Himawan harus bisa bersaing agar produk kaus yang dijual tetap bisa dipasarkan di bandara karena per enam bulannya ada evaluasi.

Himawan mengaku dengan dipasarkannya produk kaus tersebut bisa menambah jangkauan pasar dan lebih dikenal. Saat ini, sembilan produk UMKM Kulonprogo yang dipasarkan di YIA yakni Kopi StarProg, Cokelat Wondis, gula semut, cabe kemasan, batik, t-shirt Sugriwa Subali, suvenir gamelan, tenun samiya dan produk fesyen geblek renteng. (Fahmi Ahmad Burhan)