Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Pengendara sepeda motor melintas di Bendung Pekik Jamal, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, Jumat (12/7/2019). Bendung Pekik Jamal ditutup untuk menguras aliran Sungai Serang dari 15 Juni lalu karena keperluan perbaikan tanggul.- Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengurasan Sungai Serang dengan menutup Bendung Pekik Jamal membuat sebagian wilayah pertanian warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menanggulangi kekurangan air bagi petani dengan pompa.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Hadipriyanto menuturkan setelah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, instansinya akan menggunakan pompa air untuk pertanian di wilayah sekitar Pekik Jamal.
Petani di sekitaran Pekik Jamal biasa teraliri irigasi saat musim kemarau. Namun, saat ini Bendung Pekik Jamal ditutup untuk menguras Sungai Serang yang diperbaiki tanggulnya karena jebol diterjang banjir.
“Untuk kebutuhan petani di sekitar Pekik Jamal akan digunakan pompa sementara untuk Pengasih barat itu disuplai dari Waduk Sermo,” ujarnya, Jumat (12/7/2019). Setidaknya ada sebagian wilayah pertanian di dua desa yang terdampak karena penutupan Pekik Jamal, yaitu Desa Karangwuni, Wates, dan Desa Pleret, Panjatan.
Untuk mengatasi kekurangan air dari sebagian petani tersebut DPUPKP akan memompa air dari sungai guna mencukupi kebutuhan air bagi sawah petani. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Tri Hidayatun, mengatakan memasuki musim kemarau dinasnya sudah memberikan tiga pompa untuk ketersediaan air petani.
Penambahan pompa dimungkinkan ketika petani sudah kekurangan air. Dari 2013 sampai saat ini, total bantuan pompa pada petani yang sudah diberikan yaitu 184 unit. “Untuk masalah kekeringan terus dipantau. Ketersediaan air sangat diperlukan petani karena menjadi faktor penentu produksi padi nantinya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.
MotoGP berencana terapkan aturan satu motor mulai 2027 demi efisiensi biaya. Simak dampaknya terhadap strategi balap dan nasib prosedur flag-to-flag.