BLK Siap Buka Pelatihan Bagi Calon Pramugari, Diutamakan Warga Kulonprogo

Ilustrasi pramugari. - Bisnis Indonesia/Dok.
17 Juli 2019 05:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo siap buka pelatihan bagi calon pramugari yang diutamakan dari Kulonprogo. Sebelumnya, tiga paket pelatihan kebandarudaraan lainnya sudah digelar.

Kepala UPT BLK Kulonprogo, Saryono mengatakan pelatihan kebandarudaraan menjadi pelatihan yang banyak diminati di BLK. Tercatat sampai Juni lalu, ada 673 pendaftar untuk ikuti pelatihan kebandarudaraan tahap pertama. Sementara untuk tahap kedua yang akan digelar akhir bulan ini, sudah ada sekitar 700 orang pendaftar.

"Tahap pertama pelatihan kebandarudaraan sudah digelar kemarin Juni. Untuk tahap dua rencananya tanggal 29 Juli nanti," tutur Saryono pada Selasa (16/7/2019). Pada tahap dua nanti, akan dibuka pelatihan kebandarudaraan untuk pramugari.

Pada tahap pertama, paket pelatihan yang sudah diadakan yaitu untuk ticketing and reservation, ground staff, cargo staff. Selain pramugari, di tahap kedua ini akan digelar juga pelatihan untuk Aviation Security (Avsec).

Saryono mengatakan, pendaftar akan diseleksi terlebih dahulu karena untuk jumlah peserta di tiap paket terbatas. "Satu paket hanya diisi 16 peserta saja. Untuk kebandarudaraan kami hanya gelar 10 paket," ujarnya.

Total 10 paket kebandarudaraan di tahun ini yang digelar BLK Kulonprogo yaitu satu paket untuk kelas pramugari, dua paket untuk Aviation Security (Avsec), tiga paket untuk cargo staff, dua paket ticketing dan reservation, dan dua paket untuk ground staff.

Total, BLK Kulonprogo akan menggelar 92 paket pelatihan tahun ini. 53 paket sudah digelar sejak Februari lalu. Dibanding tahun lalu, jumlah paket pelatihan tahun ini bertambah. Tahun lalu BLK Kulonprogo hanya menggelar 90 paket pelatihan.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kulonprogo, Jumanto mengatakan dari pelatihan yang digelar BLK, harapannya bisa menghasilkan SDM yang berkualitas terutama dengan adanya Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

"Kompetisi di dunia kerja saat ini semakin ketat sehingga membutuhkan SDM yang memiliki keahlian dan keterampilan guna menyongsong era globalisasi. Kita jangan hanya menjadi penonton, tetapi berkompetisi jika ada peluang emas yang tersedia," jelas Jumanto.