Pelaku Usaha di Sekitar Stasiun Tugu Jogja Tak Tahu Ada Proyek Revitalisasi Stasiun

Ilustrasi Stasiun Tugu Yogyakarta
19 Juli 2019 06:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah pelaku usaha di sekitar lokasi Stasiun Tugu Jogja mengaku masih belum mengetahui rencana pengembangan atau revitalisasi kawasan tersebut sebagai Transit Oriented Development (TOD) yang salah satunya menunjang keberadaan bandara baru di Kulonprogo.

Slamet misalnya, pengusaha toko bangunan ini mengaku belum mendapat sosialisasi terkait rencana TOD Stasiun Tugu. "Kalau memang ada tentu kami akan diikutsertakan dalam sosialisasi. Tapi sampai saat ini belum ada," katanya, Kamis (18/7/2019).

Slamet mengaku, lahan yang digunakan sebagai usaha tersebut berstatus hak guna bagunan (HGB). Dia membelinya sekitar 1980-an. "Tiap hari ada juga retribusi yang kami bayar, Rp12.500 per hari. Kalau memang bangunan ini termasuk area pembangunan ya semestinya kami diberitahu," katanya.

Sebelumnya, Direktur Human Capital & Pengembangan PT Hutama Karya (Persero) Putut Ariwibowo mengatakan proyek dimulai sejak groundbreaking dilaksanakan. Groundbreaking sendiri direncanakan dilakukan pada Juli ini. Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp854 miliar, terdiri atas pengurusan perizinan, penunjukan konsultan sampai dengan konstruksi bangunan. Termasuk juga persiapan pengelolaan bangunan yang akan dibangun.

"Target konstruksi (selesai) selama empat tahun yang terbagi kedalam tiga tahapan pembangunan," katanya menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Senin (15/7/2019).

Menurut Putut, masterplan sudah disusun oleh HK, dengan mempertimbangkan masukan dari para pihak dan saat ini sedang dalam proses persetujuan para pihak. Para pihak yang dimaksud Putut sesuai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemda DIY, Pemkot Jogja, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero) terkait Pengembangan Stasiun Tugu sebagai Transit Oriented Development.

"Kerjasama proyek Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Tugu ini sudah disepakati sejak 29 Oktober 2018 lalu," katanya.

Sesuai visi perusahaan, kata Putut, HK berperan sebagai Pengembang (Developer) Kawasan Transit Oriented Development Stasiun Tugu. Pada bangunan yang memiliki nilai heritage khususnya bangunan Stasiun Utama Tugu Jogja tetap dipertahankan. "Kami pertahankan nilai heritage nya. Revitalisasi difokuskan pada peningkatan kapasitas stasiun untuk mendukung pelayanan jalur Kereta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)," jelasnya.

Selain itu, proyek TOD itu juga berupaya mengintegrasikan pengembangan kawasan Stasiun Tugu dengan Kawasan wisata di Malioboro. "Dari gaya arsitektur bangunan, kami selaraskan dengan gaya arsitektur Stasiun Tugu yang sudah ada sehingga meskipun terdapat bangunan baru tetap tidak merubah atau mengurangi nilai-nilai heritage kawasan," kata Putut.

Rencana groundbreaking proyek tersebut dilaksanakan bulan ini juga diamini oleh Sekda DIY Gatot Saptadi. Hanya saja untuk kepastian tanggalnya masih belum diterima. "Mudah-mudahan bulan ini," jawabnya singkat.