MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Ilustrasi Stasiun Tugu Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah pelaku usaha di sekitar lokasi Stasiun Tugu Jogja mengaku masih belum mengetahui rencana pengembangan atau revitalisasi kawasan tersebut sebagai Transit Oriented Development (TOD) yang salah satunya menunjang keberadaan bandara baru di Kulonprogo.
Slamet misalnya, pengusaha toko bangunan ini mengaku belum mendapat sosialisasi terkait rencana TOD Stasiun Tugu. "Kalau memang ada tentu kami akan diikutsertakan dalam sosialisasi. Tapi sampai saat ini belum ada," katanya, Kamis (18/7/2019).
Slamet mengaku, lahan yang digunakan sebagai usaha tersebut berstatus hak guna bagunan (HGB). Dia membelinya sekitar 1980-an. "Tiap hari ada juga retribusi yang kami bayar, Rp12.500 per hari. Kalau memang bangunan ini termasuk area pembangunan ya semestinya kami diberitahu," katanya.
Sebelumnya, Direktur Human Capital & Pengembangan PT Hutama Karya (Persero) Putut Ariwibowo mengatakan proyek dimulai sejak groundbreaking dilaksanakan. Groundbreaking sendiri direncanakan dilakukan pada Juli ini. Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp854 miliar, terdiri atas pengurusan perizinan, penunjukan konsultan sampai dengan konstruksi bangunan. Termasuk juga persiapan pengelolaan bangunan yang akan dibangun.
"Target konstruksi (selesai) selama empat tahun yang terbagi kedalam tiga tahapan pembangunan," katanya menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Senin (15/7/2019).
Menurut Putut, masterplan sudah disusun oleh HK, dengan mempertimbangkan masukan dari para pihak dan saat ini sedang dalam proses persetujuan para pihak. Para pihak yang dimaksud Putut sesuai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemda DIY, Pemkot Jogja, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero) terkait Pengembangan Stasiun Tugu sebagai Transit Oriented Development.
"Kerjasama proyek Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Tugu ini sudah disepakati sejak 29 Oktober 2018 lalu," katanya.
Sesuai visi perusahaan, kata Putut, HK berperan sebagai Pengembang (Developer) Kawasan Transit Oriented Development Stasiun Tugu. Pada bangunan yang memiliki nilai heritage khususnya bangunan Stasiun Utama Tugu Jogja tetap dipertahankan. "Kami pertahankan nilai heritage nya. Revitalisasi difokuskan pada peningkatan kapasitas stasiun untuk mendukung pelayanan jalur Kereta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)," jelasnya.
Selain itu, proyek TOD itu juga berupaya mengintegrasikan pengembangan kawasan Stasiun Tugu dengan Kawasan wisata di Malioboro. "Dari gaya arsitektur bangunan, kami selaraskan dengan gaya arsitektur Stasiun Tugu yang sudah ada sehingga meskipun terdapat bangunan baru tetap tidak merubah atau mengurangi nilai-nilai heritage kawasan," kata Putut.
Rencana groundbreaking proyek tersebut dilaksanakan bulan ini juga diamini oleh Sekda DIY Gatot Saptadi. Hanya saja untuk kepastian tanggalnya masih belum diterima. "Mudah-mudahan bulan ini," jawabnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
GSI Youth Fest 2026 digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Solo, 8 November. Ada Ndarboy Genk, Raffi Ahmad, job fair, dan penghargaan 35 Local Hero.
PT BPR Bank Kulon Progo menyalurkan kredit sekitar Rp420 miliar untuk mendukung UMKM dan ekonomi daerah melalui program SUPER KeRISKu, Kredit Merapi, serta laya
UGM mengklarifikasi viralnya tarif Rp129.500 di Wisdom Park. Kegiatan pembelajaran dan olahraga outdoor tetap gratis dengan ketentuan tertentu.
BSI meraih posisi lima besar Grand Champion Danantara CX100 Award 2026 dan peringkat keempat kategori Financial berkat komitmen meningkatkan kualitas layanan ba
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.