MJM 2026 Pecahkan Rekor, UMKM dan Budaya Ikut Terdongkrak
MJM 2026 di Prambanan pecahkan rekor peserta, dorong UMKM, budaya, dan aksi lingkungan berkelanjutan.
Ilustrasi Stasiun Tugu Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah pelaku usaha di sekitar lokasi Stasiun Tugu Jogja mengaku masih belum mengetahui rencana pengembangan atau revitalisasi kawasan tersebut sebagai Transit Oriented Development (TOD) yang salah satunya menunjang keberadaan bandara baru di Kulonprogo.
Slamet misalnya, pengusaha toko bangunan ini mengaku belum mendapat sosialisasi terkait rencana TOD Stasiun Tugu. "Kalau memang ada tentu kami akan diikutsertakan dalam sosialisasi. Tapi sampai saat ini belum ada," katanya, Kamis (18/7/2019).
Slamet mengaku, lahan yang digunakan sebagai usaha tersebut berstatus hak guna bagunan (HGB). Dia membelinya sekitar 1980-an. "Tiap hari ada juga retribusi yang kami bayar, Rp12.500 per hari. Kalau memang bangunan ini termasuk area pembangunan ya semestinya kami diberitahu," katanya.
Sebelumnya, Direktur Human Capital & Pengembangan PT Hutama Karya (Persero) Putut Ariwibowo mengatakan proyek dimulai sejak groundbreaking dilaksanakan. Groundbreaking sendiri direncanakan dilakukan pada Juli ini. Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp854 miliar, terdiri atas pengurusan perizinan, penunjukan konsultan sampai dengan konstruksi bangunan. Termasuk juga persiapan pengelolaan bangunan yang akan dibangun.
"Target konstruksi (selesai) selama empat tahun yang terbagi kedalam tiga tahapan pembangunan," katanya menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Senin (15/7/2019).
Menurut Putut, masterplan sudah disusun oleh HK, dengan mempertimbangkan masukan dari para pihak dan saat ini sedang dalam proses persetujuan para pihak. Para pihak yang dimaksud Putut sesuai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemda DIY, Pemkot Jogja, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero) terkait Pengembangan Stasiun Tugu sebagai Transit Oriented Development.
"Kerjasama proyek Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Tugu ini sudah disepakati sejak 29 Oktober 2018 lalu," katanya.
Sesuai visi perusahaan, kata Putut, HK berperan sebagai Pengembang (Developer) Kawasan Transit Oriented Development Stasiun Tugu. Pada bangunan yang memiliki nilai heritage khususnya bangunan Stasiun Utama Tugu Jogja tetap dipertahankan. "Kami pertahankan nilai heritage nya. Revitalisasi difokuskan pada peningkatan kapasitas stasiun untuk mendukung pelayanan jalur Kereta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)," jelasnya.
Selain itu, proyek TOD itu juga berupaya mengintegrasikan pengembangan kawasan Stasiun Tugu dengan Kawasan wisata di Malioboro. "Dari gaya arsitektur bangunan, kami selaraskan dengan gaya arsitektur Stasiun Tugu yang sudah ada sehingga meskipun terdapat bangunan baru tetap tidak merubah atau mengurangi nilai-nilai heritage kawasan," kata Putut.
Rencana groundbreaking proyek tersebut dilaksanakan bulan ini juga diamini oleh Sekda DIY Gatot Saptadi. Hanya saja untuk kepastian tanggalnya masih belum diterima. "Mudah-mudahan bulan ini," jawabnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MJM 2026 di Prambanan pecahkan rekor peserta, dorong UMKM, budaya, dan aksi lingkungan berkelanjutan.
Pemerintah membantah demo dukung MBG dikondisikan. BGN fokus membenahi tata kelola program dan menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan perjalanan sejak pagi hingga malam.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif Rp8.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga malam.
Pendaki gunung perlu waspada hipotermia. Pakar UMY mengingatkan bahaya baju katun dan membagikan cara menjaga suhu tubuh saat mendaki.