Efektif Tanggulangi Kemiskinan di Kulonprogo, Dana Padat Karya Ditingkatkan

Pertanian di Kulonprogo - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
22 Juli 2019 07:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kulonprogo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo meningkatkan anggaran program padat karya karena program tersebut efektif untuk menanggulangi kemiskinan dan penganggaran.

Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo Priyo Santoso menuturkan program padat karya di desa dirasa efektif dalam mempercepat pembangunan desa dan mengurangi pengangguran.

“Program padat karya bisa dijadikan program prioritas penanggulangan kemiskinan di Kulonprogo, di samping itu padat karya adalah aktualisasi dari program bela beli Kulonprogo karena perputaran uangnya ada di desa dan masyarakat,” ucapnya, Sabtu (20/7).

Dalam program padat karya yang disasar adalah pengangguran dan warga miskin yang berdampak pada peningkatan pendapatan. Dalam program tersebut, setiap desa diberikan bantuan keuangan untuk pengerjaan infrastruktur sedangkan pengelolaannya semuanya dari masyarakat sekitar.  Bahan material yang digunakan pun material lokal. Karena itu, Komisi IV menganggap dana padat karya perlu ditingkatkan besarannya.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo Susilo mengatakan di tahun ini program padat karya menyasar pada 23 desa yang ada di Kulonprogo.

Sumber pendanaan yaitu dari Pemkab Kulonprogo dan Pemda DIY. “Sekarang dalam proses pencairan dana ke LPMD [Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa], semoga LPMD bisa melaksanakan pengerjaan pada Agustus besok,” ucapnya.

Untuk yang bersumber dari APBD Provinsi dilakukan dengan mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari provinsi ke kabupaten, saat ini masih proses lelang pengadaan material. Dari 23 desa yang mendapatkan bantuan padat karya tersebut, tujuh desa bersumber dari Pemkab Kulonprogo, 16 desa lainnya dari Pemda DIY.

Masing-masing desa mendapatkan bantuan sebesar Rp100 juta. Bantuan tersebut diperuntukan bagi infrastuktur desa seperti jalan dan cor blok. Susilo berharap program padat karya bisa menyerap rata-rata 30 pekerja dalam satu desanya.