KECELAKAAN KENTUNGAN: Kendaraan Besar Seharusnya Tak Boleh Lewati Proyek Underpass

Roda belakang mobil yang terperosok di lubang galian proyek underpass Kentungan, masih coba dievakuasi petugas, Selasa (23/7/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
23 Juli 2019 20:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Satu unit truk pengangkut kayu dan mobil land rover mobil berpelat negara Australia yang melintas dari arah Barat terperosok di sekitar pengerjaan proyek underpass kentungan, Selasa (23/7/2019) siang.

Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mobil land Lover dengan nomor polisi TDI - 110 yang berisi tiga orang dan dikemudikan Rule Michael John, 45, warga negara Australia dan truk pengangkut kayu yang dikemudikan Ahmad Mujahidin, 33, warga Semarang, sama sama melaju dari arah barat ketimur dengan posisi land rover didepan truk.

Ahmad Mujahidin, pengemudi truk tersebut mengaku saat kejadian, ia hendak membawa muatan kayu dari Ajibarang, Purwokerto, Jawa Tengah menuju Cangkringan, Sleman.

“Sesampai di lokasi kejadian, tiba-tiba ban belakang sisi kanan amblas, terus goyang, jalan seperti amblas, langsung terguling,” kata dia.

Disinggung mengenai larangan kendaraan besar melintas area proyek underpass, Ia mengaku tidak ada pegawai proyek yang mengarahkan kendaraannya agar tidak melintasi area sekitar proyek. “Rambunya tidak kelihatan,” ucap dia.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Kentungan Satker PJN DIY Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sidik Hidayat mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut, karena merupakan wewenang kepolisian.

"Saat kejadian, disekitar titik tersebut memang ada proses gali-galian,” kata dia.

Pelaksana proyek, kata dia, akan melakukan evaluasi terkait peristiwa tersebut, sebab sesuai SOP, kendaraan besar jenis truk maupun bus besar dilarang melintasi proyek underpass kentungan.

“Dari lapangan, proyek ini tetap dijalankan. Tapi untuk di titik tersebut kami lakukan perbaikan terlebih dahulu, dan kemudian kami fokuskan sisi sebelah timur,” kata dia.