Dua Jembatan di Sekitar GL Zoo Bakal Dijadikan "Gapura" Masuk Jogja

Ilustrasi proyek pemerintah - JIBI
26 Juli 2019 14:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah jembatan di atas Sungai Gajah Wong yang berada di Jalan Kusumanegara, tepatnya di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede bakal dijadikan ikon pintu masuk Kota Jogja. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja sedang mengerjakan perbaikan sisi selatan jembatan yang biasa disebut Jembatan GL Zoo itu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti mengatakan di bagian timur Jalan Kusumanegara itu sebenarnya ada dua jembatan, namun untuk saat ini hanya satu jembatan yang difungsikan, yakni jembatan yang ada di sisi utara.

Ke depan dinasnya akan memfungsikan kembali kedua jembatan itu. Selain sebagai pengurai kemacetan juga menjadi ikon pintu masuk Kota Jogja. “Pintu masuk kan enggak harus dengan gapura. Bisa dengan jembatan,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (23/4/2019).

Meski begitu, pembangunan arsitektural dengan desain khas ini baru akan terlaksana setelah struktur kedua jembatan itu diperbaiki. Usia konstruksi kedua jembatan itu diakui dia cukup usang, sehingga sudah saatnya dilakukan revitalisasi dan penguatan struktur.

Pembongkaran jembatan sisi selatan telah dimulai pada Mei lalu, tepatnya menjelang Lebaran. Jembatan sisi selatan ini dulu pernah difungsikan sebagai jalur lambat, namun sejak 2015 aksesnya sudah ditutup sama sekali. “Pengerjaan kami mulai dari jembatan sisi selatan agar yang utara masih bisa dipakai,” ujarnya.

Adapun anggaran yang dialokasikan untuk penguatanstruktur jembatan sisi selatan ini sebesar Rp6 miliar. Pengerjaan ini ditargetkan selesai pada akhir tahun. Lalu untuk pengerjaan jembatan sisi selatan ia menargetkan dua tahun lagi bisa dimulai.

Setelah perbaikan struktur kedua jembatan selesai, barulah dimulai pengerjaan arsitektural. Dinasnya menargetkan semua pengerjaan itu bisa selesai sebelum berakhirnya masa jabatan Wali Kota pada 2022. “Mudah-mudahan 2022 semua proyek itu sudah selesai. Sehingga jembatan itu pun bisa jadi ikon Jogja nantinya,” kata Umi.

Rencananya, masing-masing jembatan akan diguakan untuk satu arah, sisi utara untuk ke arah timur dan sisi selatan untuk arah barat. Namun jika diperhatikan, sebelah barat jembatan sisi selatan ini terdapat bangunan, sehingga jalannya pun harus sedikit dibelokkan.

Untuk mengantisipasi hal itu, nantinya akan ada beberapa upaya normalisasi, seperti penghilangan devider yang membatasi kedua jembatan di sisi barat. Adapun bangunan di sebelah barat kata dia sementara ini tetap dipertahankan. “Tapi belum tahu ke depannnya seperti apa. kami juga belum bicara dengan dinas terkait soal normalisasi kawasan itu,” ucap dia.

Sedangkan untuk pengaturan lalu lintas, dinasnya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja. Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif, membenarkan adanya pembelokan arus di sisi selatan jembatan. “Karena kedua jembatan akan difungsikan, nanti yang mengatur lalu lintasnya tetap dari kami,” ujarnya.