Wayang dan Kirab Meriahkan Merti Desa Ngalang

Para pengrawit memainkan gamelan untuk mengiringi pentas seni wayang kulit dalam bersih desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari. Foto diambil beberapa waktu lalu - istimewa
27 Juli 2019 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY berkomitmen untuk mengembangkan potensi wisata seni dan budaya. Salah satu bentuk dukungan bisa dilihat dalam pelaksanaan merti desa di Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Senin (1/7/2019).

Merti desa yang digelar di kawasan rest area Gubuk Gede ini merupakan acara yang digelar secara rutin tiap tahun. Selain diisi kirab budaya dari warga dusun di wilayah Desa Ngalang, acara dimeriahkan pementasan wayang kulit.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY, Aria Nugrahadi, mengatakan jajarannya berpartisipasi dalam kegiatan merti desa di Desa Ngalang. Menurut dia, dukungan ini sebagai bentuk komitmen pengembangan seni dan tradisi di wilayah DIY. “Dukungan tidak hanya di Ngalang karena di daerah lain di DIY juga kami bantu,” katanya kepada Harian Jogja, Jumat (26/7).

Menurut dia, bentuk dukungan ini bukan hanya sebagai wujud untuk pelestarian budaya, tetapi sebagai upaya mendukung pengembangan potensi wisata nonobjek. “Kalau dikemas dengan menarik, maka pentas seni tersebut bisa mendatangkan wisatawan. Jadi kami terus berupaya dalam pengembangan karena dapat memberikan variasi pilihan wisata kepada pengunjung,” katanya.

Aria menegaskan dalam upaya mewujudkan pariwisata DIY terkemuka di Asia Tenggara pada 2024, upaya inovasi terus dilakukan. Oleh karena itu,potensi pengembangan terus digalakkan sehingga target yang dicanangkan dapat tercapai. “Semua kami garap untuk dikembangkan, mulai dari wisata berbasis objek, wisata minat khusus hingga seni dan budaya,” katanya.

Salah satu warga Desa Ngalang, Teguh Arianto, mengatakan upacara Merti Desa Ngalang berjalan dengan lancar. Menurut dia, kegiatan yang digelar ini merupakan bentuk syukur atas limpahan rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Acara meriah dan warga antusias mengikuti kegiatan hingga tuntas,” katanya.

Menurut dia, sebelum pentas wayang kulit, diselenggarakan kirab budaya yang melibatkan masyarakat di Ngalang. “Dalam kirab ada gunungan yang berisikan hasil bumi diarak dari desa menuju pusat acara di Gubuk Gede,” katanya.