PKL sudah Diberi Sosialisasi, Proyek Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman Jogja Segera Dimulai

Pejalan kaki berjalan di sepanjang trotoar Jalan Sudirman, Jogja, belum lama ini. - Harian Jogja/Desi Suryanto
29 Juli 2019 22:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pihak Kecamatan Gondokusuman sudah melakukan sosialisasi kepada PKL yang berada di sepanjang jalan Sudirman. Pasalnya, trotoar yang digunakan untuk proyek akan dibongkar.

Camat Gondokusuman Guritno mengatakan sosialisasi sudah dilakukan jauh hari kepada para PKL yang selama ini berjualan di sepanjang jalan Sudirman. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan proyek berjalan lancar. "Secara kalender, pembangunan pedestrian dimulai Senin ini (kemarin). Proyek dikerjakan oleh DPUP. Sosialisasi sudah kami lakukan tidak hanya kepada PKL tetapi juga unit usaha di sana," katanya, Senin (29/7/2019).

Dia mengatakan, jumlah PKL yang berjualan di sepanjang jalan tersebut sudah terdata. Pihak kecamatan juga sudah menginformasikan rencana pedestrian jalan Sudirman kepada para PKL jauh hari sebelumnya. "Pada dasarnya PKL mendukung proyek yang menggunakan dana keistimewaan itu. Kami lakukan pendekatan secara persuasif kepada PKL," katanya.

Salah satu PKL yang juga terkena dampak proyek pedestrian berada di depan gerai Macdonald, timur Jembatan Gondolayu. Rencananya, area tersebut oleh Pemkot akan di buat taman bunga. "Pada dasarnya, Pemkot memiliki hak untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai pejalan kaki. Masalah nanti PKL yang ada akan ditempatkan di mana masih dalam pembahasan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jogja Umi Akhsanti mengatakan pembongkaran trotoar yang berdampak pada lapak PKL tidak dilakukan secara paksa. Pihak pengembang tetap melakukan proses dan pemberitahuan sebelumnya. "Kami sudah mewanti-wanti kepada pihak pengembang agar kulonuwun jika pembongkaran (trotoar) dilakukan," katanya.

Dijelaskan Umi, para PKL juga mendukung adanya penataan kawasan tersebut sebagai kawasan pedestrian. Pemkot juga memahami keberadaan PKL sehingga meminta pembongkaran lapak dilakukan atas kesadaran sendiri. "Kami juga memahami untuk membongkar lapak butuh waktu. Mencari tempat usaha juga tidak bisa cepat dilakukan," kata Umi.

Pembongkar trotoar yang ada saat ini, katanya dimulai dari sisi Timur lebih dulu. Baik di sisi Selatan maupun Utara jalan Sudirman. Pengerjaan pembongkaran dilakukan secara bersamaan. Selain membongkar trotoar, pihak pengembang juga akan memperbaiki drainase di sisi Selatan jalan tersebut. "Untuk drainase di sisi Utara kondisinya masih layak. Jadi tidak ada pembongkaran," katanya.

Pedestrian ini, kata Umi akan disulap menjadi pedestrian berkonsep kota taman yang modern dan lebih nyaman untuk pejalan kaki, termasuk untuk penyandang disabilitas. Jika pedestrian jalan Suroto bernuansa Indies, di jalan Sudirman suasananya lebih modern. Pihaknya menggunakan guiding block dari batu granit.

Kawasan ini juga akan menjadi kawasan pedestrian yang ramah difable. Pemkot juga mengajak keterlibatan para pelaku usaha di sepanjang jalan tersebut untuk mendukung kawasan ramah difable tersebut. Para pelaku usaha diminta menyambungkan guiding blok di area pedestrian ke area usaha. "Salah satu dukungannya, untuk in dan out nya (jalan keluar dan masuk) ke unit usaha, di sisi persil mereka sendiri, mereka bangun guiding block sendiri," kata Umi.

Sebelumnya, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan pekerjaan revitalisasi tahap pertama akan dilakukan dari simpang empat Gramedia hingga simpang tiga Jembatan Gondolayu. Panjang pedestarian baik di sisi Utara maupun Selatan mencapai 1,2 kilometer. "Pohon perindang masih dipertahankan. Penataan jalur pedestrian ini mengadopsi konsep garden city Kotabaru. Nantinya trotoar dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti bangku taman seperti di Suroto," katanya.

Dengan penataan tersebut, diharapkan jalan Sudirman akan terlihat lebih elegant namun ramah terhadap kaum difable. Bahan jalur difable berasal dari granit agar tidak mudah lepas atau mudah pecah. Dengan ragam fasilitas nantinya, ruang jalan Sudirman ini dapat menjadi ajang promo bagi event kota dan budaya.