Varietas Krisan di Gerbosari Akan Ditambah

Salah satu pengunjung berswafoto dengan latar belakang bunga krisan di di Agrowisata Krisan, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Minggu (28/7/2019). - Harian JohgjaJalu Rahman Dewantara)
30 Juli 2019 10:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Varietas Bunga Krisan di Agrowisata Krisan, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo rencananya bakal ditambah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha mengatakan penambahan ini akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian lewat  Direktorat Tanaman Buah dan Florikultura yang pada pekan lalu telah melakukan sosialisasi  varietas krisan baru di Gerbosari, Samigaluh.

"Kemarin itu ada sosialisasi sekaligus Farm Field Day [FFD] dari Kementrian Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Hias, BPTP dan kami dikasih tahu soal varietas krisan di Indonesia, beberapa mau diujicobakan di Gerbosari, untuk jadi bahan kajian, kalau bisa nanti dapat diproduksi sendiri," kata Aris, Senin (29/7/2019).

Aris mengatakan ada sedikitnya 110 varietas unggul nasonal krisan yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Hias. Sayangnya, dari jumlah tersebut, hanya delapan yang baru ditanam di Gerbosari, yakni varietas puspita nusantara, Bacardi, Marimar, Yulimar, Fiji pink, Dewi ratih, Jarum/sena dan Lolyred.

Oleh karena itu, lanjutnya, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo selaku otoritas terkait, mendukung rencana penambahan ini. Sebab menurut Aris, semakin beragamnya krisan di Gerbosari, bisa turut berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar karena krisan selain diperjual belikan, laham yang ditanami bunga ini juga menjadi obyek wisata.

"Kami tahu di Kecamatan Samigaluh ini ada beragam wisata, dengan adanya Krisan ini, dan rencana penambahan, tentu nanti wisatawa agro krisan dapat menjadi ikon wisata baru," ucapnya.

Direksi BUMDes Binangun Sejahtera Gerbosari, Febrianto Atmoko mengatakan pengelolaan Agrowisata Krisan dikonsep sedemikian rupa untuk mampu mengakomodasi pemberdayaan masyarakat di sektor wisata dan UMKM. Ke depan sejumlah fasilitas penunjang kenyamanan wisata bakal ditambah.

"Agrowisata ini bekerja sama dengan Asosiasi Krisan yang nantinya akan menjadi tempat wisatanya khusus Krisan dan pada umumnya wisata di Gerbosari dan Samigaluh," ujarnya.

Saat ini, kawasan Agrowisata Krisan Gerbosari menggunakan tanah kas desa seluas 1,2 hektare. Selain itu didukung tambahan lahan milik warga. Terdapat 120 kubung yang tersebar di lahan-lahan penduduk dan tanah kas desa. Selama ini, petani bunga krisan di Gerbosari memasok bunga krisan ke Wates, Kota Jogja, dan Purworejo.