Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pameran UMKM. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-Dalam memperingati Hari Usaha Kecil Menengah (UKM) Nasional yang jatuh pada Senin (12/8) mendatang, Pemerintah Daeeah (Pemda) DIIY menggelar Gebyar UKM di Kompleks Dinas Koperasi, UKM dan Nakretrans DIY, Dari Sabtu (3/8) lalu sampai Selasa (6/8), yang melibatkan 80 UKM DIY.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans DIY, Sri Nur Kyatsiwi, menjelaskan dalam kegiatan yang diikuti oleh 80 UKM ini digelar sejumlah kegiatan, yang meliputi ekspo UKM, kurasi produk dan fasilitasi kebutuhan pelaku UKM dari Dinas terkait.
"Contohnya dihadirkan dari kementerian koperasi untuk pendaftaran legalitas merk paten secara gratis, ada bursa platform juga yang kami sediakan. Jadi para pelaku bisa berinteraksi langsung dengan praktisi, para pengusaha atau start up yang bergerak di bidang platform," ujarnya.
Selain itu pihaknya juga mencoba menggali apa yang menjadi permasalahan UKM saat ini. Terkait masalah pembiayaan, ia menghadirkan Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sebagai fasilitas kredit. "Pelaku juga kami bekali dengan seminar peningkatan kapasitas, seperti hari ini soal UKM ekspor," kata dia.
Ia berharap pelaku UKM sudah mulai merambah pasar internasional. Sebab kata dia saat ini 98,7% pelaku usaha berada di UMKM. Maka produk UKM pun seharusnamya berkualitas dan siap untuk ekspor, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pasar lokal.
Ia melihat saat ini sudah ada pelaku UKM yang melakukan ekspor, tapi kebanyakan masih sebatas menitip kepada eksportir. "Yang penting siap dulu, untuk kelengkapannya biar kami yang mendampingi dari pemerintah," ungkapnya.
Pihaknya juga mendorong pelaku UMKM untuk masuk di galeri bandara baru, Yogyakarta International Airport (YIA). Untuk itu diperlukan kurasi bagi UMKM terkait kelayakannya. Ke depan galeri itu rencananya akan di-revolving agar bisa merata.
Ia mengungkapkan saat ini di YIA telah terdapat galeri UMKM seluas 50 meter persegi dengan lima titik yang diisi oleh 40 UMKM. "Tapi itu masih temporary, nanti akan ada yang permanen yang ini baru dalam proses diskusi dengan Angkasa Pura," ujarnya.
Ia mengungkapkan galeri UMKM di YIA akan memiliki space seluas 1.500 sampai 1.900 meter persegi. Sedangkan untuk pengisi nanti akan diseleksi oleh tim independen yang terdiri dari akademisi dan praktisi.
Anggota Asosiasi Pengerajin Perhiasan DIY, Wiyanti, menyambut baik rencana Pemda untuk memasukkan produk UMKM ke galeri YIA. Kata dia saat ini di YIA juga susah ada beberapa anggota asosiasi yang membuka lapak. "Kemarin dihubungi, dan sudah ada beberapa masuk bandara," katanya.
Asosiasi yang berdiri sekitar empat tahun lalu ini sekarang beranggotakan sekitar 30 pengrajin yang tersebar di DIY. "Sebagian sudah ada yang ekspor, tapi kebanyakan masih nitip," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.