Pemkab Gunungkidul Berkomitmen Kembangkan Desa Budaya

Sejumlah seniman perwakilan dari Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, menampilkan pertunjukan Cis Bumi, di Alun-Alun Wonosari, Rabu (7/8/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
07 Agustus 2019 20:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan potensi budaya yang ada di seluruh Bumi Handayani. Sebagai bukti keseriusan, Bupati Gunungkidul menerbitkan Surat Keputusan (SK) No.179/2019 tentang Penetapan 20 Desa Sebagai Rintisan Desa Budaya.

Pemkab juga menggelar acara Gelar Potensi Desa Budaya di Alun-Alun Wonosari mulai Senin (5/8/2019) hingga Jumat (9/8/2019). Sebanyak 20 desa menampilkan kesenian, kuliner, dan kebudayaan.

Bupati Gunungkidul, Badingah, menjelaskan identitas keistimewaan Jogja semakin berkembang ketika desa terus menggali serta melestarikan warisan seni dan budaya yang dimiliki. "Salah satu upaya ini dilakukan melalui rintisan desa budaya yang menjadi ajang promosi eksistensi budaya yang dimiliki," kata Badingah, Rabu (7/8/2019).

Ia berharap dari 20 desa yang sudah ditetapkan itu dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya dalam menggali potensi yang ada. Dengan adanya desa budaya akan semakin beragam produk seni dan budaya sehingga dapat menarik wisatawan sebagai daerah tujuan wisata. "Wisatawan dari luar daerah yang datang ke Gunungkidul bisa mengenal berbagai jenis kesenian dan budaya yang ada," kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul, Agus Kamtono, mengatakan 20 desa menampilkan produk unggulan budaya masing-masing. "Dengan menggelar acara ini bisa dilihat potensi masing-masing desa," ujarnya.

Agus Kamtono menyatakan gelar festival desa budaya diisi pergelaran seni dan permainan tradisional, pergelaran adat dan tradisi serta implementasi penggunaan aksara Jawa. “Kami menyiapkan piagam, penghargaan, dan tropi untuk lima desa dengan penampilan terbaik. Hadiah ini hanya penyemangat. Tujuan utama acara ini yakni mengenalkan potensi yang dimiliki tiap desa," katanya.