Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Komandan Kodim 0734, Wiyata S Aji memukul gong tanda berakhirnya TMMD Tahap II di Lapangan Sidokabul, Kelurahan Sorosutan, Kamis (8/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap II di Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, resmi ditutup, Kamis (8/8/2019). Dalam kegiatan bertemakan Bersama TMMD Membangun untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat tersebut, TNI dinilai sukses melibatkan seluruh warga Sorosutan dalam setiap kegiatan TMMD.
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (11/7) ini, Kodim 0734 selaku pelaksana menggelar beragam kegiatan pembangunan bersama masyarakat baik fisik maupun nonfisik. Pembangunan fisik di antaranya pemugaran Balai RW; renovasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH); pembangunan satu unit fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK); serta pengerasan jalan dan drainase sepanjang 110 meter.
Sedangkan kegiatan nonfisik di antaranya diwujudkan dalam bentuk lokakarya dan pelatihan, di antaranya workshop dan lomba fotografi untuk pemuda; pelatihan melukis di atas kaos untuk anak-anak; serta pelatihan membuat sabun dari jelantah untuk ibu-ibu. Karya yang dihasilkan dari ketiga kegiatan itu dipamerkan di Lapangan Sidokabul.
Komandan Kodim 0734, Letkol Wiyata S Aji mengatakan kegiatan yang merupakan bagian dari Operasi Bhakti TNI ini sebagai salah satu metode pembinaan teritorial dalam membantu pemerintah memantapkan ketahanan nasional. "Dilakukan berkesinambungan untuk percepatan laju pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan dan ketahanan masyarakat," ujarnya seusai menutup kegiatan TMMD Tahap II, Kamis.
Dalam setiap rangkaian kegiatan, Kodim 0734 menggalakkan tagline Sorosutan Gumregah. Gumregah digunakan sebagai tanda lahirnya kembali geliat semangat membangun bangsa yang dimulai dari lingkungan terdekat. Sebab itu warga Sorosutan selalu dilibatkan dalam rangkaian kegiatan.
Dia menilai keguyuban TNI dan warga kian terasa di akhir rangkaian TMMD. "Paling terlihat saat acara Sorosutan Gumregah, akhir pekan lalu. Acara ini dibuat sebagai melting pot warga Sorosutan dan semua unsur yang terlibat. Banyak dari mereka belum kenal dan ingin dibuat acara seperti ini lagi," katanya.
Dalam acara Sorosutan Gumregah, Minggu (4/8) lalu seluruh warga Sorosutan dan sekitarnya dilibatkan, dengan menampilkan bermacam pentas seni, drumben, festival dolanan anak serta gelar usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sementara dari TNI menampilkan aksi terjun payung, angkringan gratis dan bazar sembako.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, mengatakan TMMD menjadi sebuah gerakan manunggalnya TNI dengan rakyat. Setiap TMMD kata dia selalu diisi dengan pembangunan fisik, sosial dan SDM. “Pesannya selalu agar TNI dan rakyat selalu bersama-sama, semakin manunggal semakin kuat, semakin cepat proses pembangunan bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Prabowo mengungkap rencana perubahan nama BNN menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika atau BNPN.
Polsek Sleman mengungkap modus peredaran uang palsu lewat top up uang digital. Pelaku mengaku memakai uang palsu Rp4,5 juta.
Pieter Huistra memuji perkembangan pemain muda PSS Sleman, dari Muhammad Isfandyar, Markus Madjar hingga pemain akademi.
MK akan membacakan putusan gugatan ijazah Gibran malam ini pukul 20.00 WIB. Gedung MK dijaga personel TNI dan Polri.
Inggris menjamu Ceko di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane berpeluang menyamai rekor 125 caps Peter Shilton di Wembley.