Wali Kota Jogja dan Komunitas Pesepeda Menapaktilasi Jejak Perang Kemerdekaan

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (depan kanan) bersama sejumlah komunitas sepeda Jogja menapaktilasi jejak perjuangan kemerdekaan dalam acara Jogja Merdeka Bersepeda, Jumat (9/8/2019). - Istimewa/Pemkot Jogja
09 Agustus 2019 21:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam menyambut HUT ke 74 Kemerdekaan RI, Jogja Bike mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dan sejumlah komunitas sepeda menapaktilasi jalur perjuangan dengan mengangkat tajuk Jogja Merdeka Bersepeda. Kegiatan ini start dari Tugu Pal Putih dan finis di Kedai Kopi Silol, Kotabaru, Jogja, Jumat (9/8/2019) pagi.

Manajer Komunikasi Jogja Bike, Salsabila, menuturkan rute napak tilas melewati sejumlah jalan yang memiliki nilai sejarah kepahlawanan. "Jogja Merdeka Bersepeda merupakan wujud menghidupkan semamgat kembali para pahlawan," katanya.

Tapak tilas itu dilakukan dari Jalan Mangkubumi ke arah selatan, menyeberangi rel kereta api di sekitar Stasiun Tugu lalu memasuki Jalan Malioboro. Di sini rombongan berbagi makanan dengan sejumlah petugas kebersihan. Tapak tilas lantas dilanjutkan ke Jalan Perwakilan, Jalan Mataram, Jalan Abubakar Ali, Jalan Yos Sudarso, dan terakhir Jalan Suroto.

Beberapa komunitas sepeda yang ikut dalam kegiatan ini di antaranya Pitnik, JLFR, YLRI, Cokro Ontel dan Gowes Jogja. Atas inisiatif komunitas sepeda, sejumlah peserta termasuk Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengenakan kostum pahlawan perjuangan. Sedangkan komunitas Pitnik mengenakan lurik sebagai dresscode.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti berharap Jogja Bike bisa terus dikembangkan sebagai bagian dari alat wisata, untuk menikmati Jogja dengan sensasi bersepeda. "Dengan sepeda bisa menjangkau ke objek wisata, tempat kecil yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor," ungkapnya.

Dia mengaku mendukung sepenuhnya gerakan bersepeda, yang salah satunya diwujudkan dengan akan diperbaikinya ruang tunggu khusus sepeda di beberapa simpang empat. "Jalur sepeda juga sudah ada, nanti akan kami perbaiki saya sudah bilang ke Dishub," katanya.

Setidaknya, melalui Jogja Merdeka Bersepeda, kampanye bersepeda bisa semakin diperluas dan lebih optimal. Namun dia juga mengharap dukungan masyarakat agar tidak menyerobit ruang tunggu sepeda yang telah disediakan. "Perlu partisipasi masyarakat jangan dipakai parkir motor mobil tolong perhatikan jalur hijau ruang tunggu di perempatan," kata dia.

Tantangan besar

Komisaris Jogja Bike, Muhammad Aditya, mengaku punya tantangan besar, salah satunya pengembalian sepeda agar bisa antarselter. "Sejauh ini platform kami masih dalam penyempurnaan. Untuk menjamin orang pinjam sekali mengumpulkan kartu identitasnya, itu yang membuat dia harus kembali ke selter awal," kata dia.

Juli lalu, kata dia, Jogja Bike merilis sepeda mountain bike (MTB) sebanyak 10 unit. Hal ini menjadi trobosan bagi wisatawan yang ingin menggunakan sepeda ke rute yang lebih jauh. Selanjutnya, ia berencana menambah sepeda model tandem atau depan-belakang. "Itu menjadi masukan menarik karena menambah sensasi yg bisa sediakan," ujarnya.