Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi LGBT/America Magazine
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kesehatan Kota Jogja menjadi sorotan setelah beredar foto yang memperlihatkan formulir pendaftaran pasien di Puskesmas Umbulharjo 2 dengan mencantumkan lima pilihan dalam poin jenis kelamin pada Kamis (8/8/2019) lalu. Pemerintah menegaskan, dalam pelayanan kesehatan tak boleh ada diskriminasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Vita Yulia, dalam jumpa pers di kompleks Balaikota Jogja, Jumat (9/8/2019), menjelaskan jika pemberian formulir tersebut merupakan kelalaian puskesmas, sebab seharusnya untuk keperluan internal, bukannya kepada pasien yang baru akan mendaftar.
Ia menjelaskan dalam pelayanan kesehatan, ada hal-hal yang memang perlu dijelaskan untuk pelaporan dan diambil kesimpulan. "Ada faktor predisposisi, kalau penyakit ini kenapa ditanyakan ini. Jadi perlu dijelaskan untuk keperluan kesehatan. Dan itu tidak boleh keluar, rahasia pasien," katanya.
Ia menjelaskan dalam prosedur pelayanan kesehatan ada dua tahap pengisian data standar yang mencantumkan dua pilihan jenis kelamin. Setelah masuk pada keperawatan, telah masuk ranah dokter dan dibutuhkan data sosial. Di sini tidak menutup kemungkinan pasien merupakan waria. "Selain itu untuk menentukan diagnosis, ada jenis kelamin, gender dan orientasi seksual," ujarnya.
Secara kelembagaan, pihaknya tidak mengakui lebih dari dua jenis kelamin atau disangkutkan dengan LGBT. Tapi dalam pelayanan kesehatan ia tidak bisa diskriminasi dengan menolak keberadaan pasien waria. "Siapa pun harus dilayani, dan kami butuh data terkait orientasi seksual dan semacamnya," katanya.
Pengunggah pertama foto formulir itu, Yudha Wicaksana, menceritakan awalnya ia ke Puskesmas Umbulharjo 2 karena waktu itu sedang sakit, Rabu (7/8/2019) lalu. Setelah menerima formulir dan mencermati baik baik, ternyata di situ tercantum lima pilihan jenis kelamin, yakni laki-laki, perempuan, transgender, transeksual dan transvestite.
"Saya upload di facebook pribadi dengan caption saya kira jenis kelamin itu cuma ada dua, ternyata sekarang ada lima pilihan. Saya tanya teman dokter, ternyata dia juga baru tahu," ungkapnya.
Foto itu lalu menyebar dengan cepat via grup whatsapp hingga menyebabkan Dinas Kesehatan Kota Jogja dihubungi Kementerian Kesehatan dan Wali Kota Jogja. Atas postingannya, Yudha meminta maaf dan akan menulis klarifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)