Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi LGBT/America Magazine
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kesehatan Kota Jogja menjadi sorotan setelah beredar foto yang memperlihatkan formulir pendaftaran pasien di Puskesmas Umbulharjo 2 dengan mencantumkan lima pilihan dalam poin jenis kelamin pada Kamis (8/8/2019) lalu. Pemerintah menegaskan, dalam pelayanan kesehatan tak boleh ada diskriminasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Vita Yulia, dalam jumpa pers di kompleks Balaikota Jogja, Jumat (9/8/2019), menjelaskan jika pemberian formulir tersebut merupakan kelalaian puskesmas, sebab seharusnya untuk keperluan internal, bukannya kepada pasien yang baru akan mendaftar.
Ia menjelaskan dalam pelayanan kesehatan, ada hal-hal yang memang perlu dijelaskan untuk pelaporan dan diambil kesimpulan. "Ada faktor predisposisi, kalau penyakit ini kenapa ditanyakan ini. Jadi perlu dijelaskan untuk keperluan kesehatan. Dan itu tidak boleh keluar, rahasia pasien," katanya.
Ia menjelaskan dalam prosedur pelayanan kesehatan ada dua tahap pengisian data standar yang mencantumkan dua pilihan jenis kelamin. Setelah masuk pada keperawatan, telah masuk ranah dokter dan dibutuhkan data sosial. Di sini tidak menutup kemungkinan pasien merupakan waria. "Selain itu untuk menentukan diagnosis, ada jenis kelamin, gender dan orientasi seksual," ujarnya.
Secara kelembagaan, pihaknya tidak mengakui lebih dari dua jenis kelamin atau disangkutkan dengan LGBT. Tapi dalam pelayanan kesehatan ia tidak bisa diskriminasi dengan menolak keberadaan pasien waria. "Siapa pun harus dilayani, dan kami butuh data terkait orientasi seksual dan semacamnya," katanya.
Pengunggah pertama foto formulir itu, Yudha Wicaksana, menceritakan awalnya ia ke Puskesmas Umbulharjo 2 karena waktu itu sedang sakit, Rabu (7/8/2019) lalu. Setelah menerima formulir dan mencermati baik baik, ternyata di situ tercantum lima pilihan jenis kelamin, yakni laki-laki, perempuan, transgender, transeksual dan transvestite.
"Saya upload di facebook pribadi dengan caption saya kira jenis kelamin itu cuma ada dua, ternyata sekarang ada lima pilihan. Saya tanya teman dokter, ternyata dia juga baru tahu," ungkapnya.
Foto itu lalu menyebar dengan cepat via grup whatsapp hingga menyebabkan Dinas Kesehatan Kota Jogja dihubungi Kementerian Kesehatan dan Wali Kota Jogja. Atas postingannya, Yudha meminta maaf dan akan menulis klarifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Dosen Unisa Yogyakarta mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk luka diabetes. Riset masih tahap praklinis.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak ditangani Bantul hingga Juli 2026. Sebanyak 47 kasus merupakan kekerasan psikis.
ESDM menawarkan 8 blok migas pada lelang tahap II 2026 serta 3 wilayah kerja available. Cek daftar, komitmen, dan jadwal lelang.
Perpanjang SIM A dan C kini bisa online lewat SINAR. Simak cara, dokumen, pembayaran, hingga pilihan pengiriman SIM.