Lelang Proyek Gedung DPRD Sleman Mandek, Kenapa?

Seorang petugas membongkar bagian atap Gedung DPRD Sleman, belum lama ini. - Harian Jogja/Arief Junianto
11 Agustus 2019 18:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman Sunarto mengatakan lelang proyek multiyears pembangunan gedung DPRD Sleman hingga kini belum juga berjalan.

Kendalanya, kata Sunarto, ada pada aturan yang mengharuskan persetujuan dari pejabat pimpinan tinggi madya untuk proyek dengan pagu anggaran diatas Rp100 miliar.

Sunarto mengatakan ketentuan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) No.7/2019 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi melalui Penyedia, yang baru diundangkan tanggal 25 Maret lalu. "Sleman baru kali ini melaksanakan proyek dengan sistem kontrak multiyears. Kami sudah siapkan ahli untuk mendampingi tapi karena butuh perbup, prosesnya jadi lama," kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman Sunarto, Jumat (9/8/2019).

Sunarto mengatakan draf persetujuan saat ini ada di Bagian Hukum Setda Sleman. Berdasarkan informasi yang ia terima, persetujuan dari pejabat pimpinan tinggi madya atau setara Sekretaris Daerah (Sekda) DIY telah didelegasikan ke Sekda Sleman.

Sunarto berharap pekan ini draf peraturan bupati itu sudah bisa ditandatangani. Setelahnya, proses lelang akan langsung dibuka, dan ditargetkan setidaknya akhir September sudah ada pengumuman nama pemenang.

Sunarto menjelaskan, proyek rehabilitasi gedung DPRD Sleman dikerjakan dengan sistem multiyears pada tahun ini dan tahun depan dengan nilai harga perhitungan sendiri (HPS) ditaksir sekitar Rp120 miliar.

Tahun ini, lanjut Sunarto, pengerjaan gedung DPRD Kabupaten Sleman masih di tahap pembangunan struktur bangunan dengan anggaran Rp40 miliar, dilanjutkan penyelesaiannya pada tahun depan. "Sekarang dokumen sudah di bagian pengadaan barang dan jasa. Sambil menunggu perbup turun, bangunan yang lama dibongkar. Cukup waktunya karena proyek ini kan dikerjakan multiyears," ucap dia.