Tiga Sekolah di Gunungkidul Mulai Terapkan Internet Sehat

Ilustrasi internet - Bisnis.com
14 Agustus 2019 15:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tiga sekolah di Gunungkidul menerapkan Internet sehat bagi siswa dan guru. Ketiga sekolah tersebut masing SDN Wonosari 1, Kecamatan Wonosari; SMPN 1 Karangmojo, Kecamatan Karangmojo; dan SMAN 1 Playen, Kecamatan Playen.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya bekerja sama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul berupaya mewujudkan sekolah dengan Internet sehat. "Program dimulai tahun ini, di mana sekolah-sekolah wajib mengakses konten yang positif," ujarnya kepada Harian Jogja, Rabu (14/8/2019).

Bahron menjelaskan tidak hanya Internet sehat yang dikampanyekan tetapi gawai yang dimiliki siswa juga digunakan untuk menunjang pembelajaran. Ke depan seluruh sekolah di Bumi Handayani bisa mulai menerapkan konsep Internet sehat. "Segalanya perlu disiapkan mulai dari fasilitas dan guru," katanya.

Kepala Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menjelaskan secara kurikulum jajarannya belum bisa terlibat membatasi konten-konten yang dilarang. Meski demikian Diskominfo dan Disdikpora menggandeng Google for Education untuk membuat pembelajaran serta akses internet yang sehat. "Mesin pencari Google secara otomatis memfilter konten-konten tidak mendidik," ucap Kelik.

Kelik menyatakan jajarannya kerap diundang ke sekolah sebagai narasumber. Terkait dengan penggunaan gawai milik siswa yang bisa digunakan untuk mengakses hal-hal negatif, jajarannya tidak berwenang membatasi aktivitas siswa saat berinternet. "Kami hanya memberikan alternatif saja berkaitan dengan Internet sehat," kata dia.

Setelah dilakukan ujicoba di ketiga sekolah tersebut, Internet sehat yang digagas bersama Google for Education akan menjadi sistem pembelajaran. "Semua siswa nantinya akan menggunakan sistem itu," katanya. Menurutnya, pada 2020 secara bertahap akan dilakukan pembiayaan untuk Internet sehat. Ketiga sekolah yang dipilih merupakan bentuk awal sosialisasi Internet sehat. "Kami bertugas menyosialisasikan secara teknis saja," katanya.