Harga Bawang Merah di Tingkat Pedagang Anjlok Setelah Iduladha

Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin)
25 Agustus 2019 18:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Harga bawang merah pada tingkat pedagang di Kulonprogo mengalami penurunan pasca iduladha lalu. Di Pasar Sentolo Lama harga kini mencapai Rp12.000 per kilogram.

Pedagang sembako di Pasar Sentolo Lama, Maryati mengatakan harga bawang merah yang ia jual saat ini mencapai Rp12.000 per kilogram. "Harganya murah, sebelum Iduladha kemarin harganya bisa sampai Rp30.000 per kilogram, sekarang Rp12.000," ujarnya pada Minggu (25/8/2019).

Ia mengatakan, biasa mendapatkan bawang tersebut dari Muntilan atau wilayah lainnya seperti Nganjuk dan Brebes. Ia memperkirakan, anjloknya harga tersebut disebabkan karena di Agustus, banyak panen raya di beberapa daerah penyuplai bawang merah yang berbarengan.

Panen raya yang berbarengan di beberapa wilayah penyuplai membuat stok menjadi banyak, harga pun turun. "Selain dari luar, juga ngambil bawang lokal sebagian," ungkapnya.

Pasca iduladha, pada komoditas lain pun mengalami penurunan. Harga cabai yang tinggi dari sebelum iduladha sampai iduladha lalu, kini perlahan menurun. "Kemarin harga cabai rawit pas iduladha itu bisa sampai Rp75.000 per kilogram. Kini harganya turun jadi Rp65.000," tutur Maryati.

Begitu juga di Pasar Wates, pedagang sembako di Pasar Wates, Mukidah mengatakan, beberapa bahan pokok mulai turun harganya selepas Iduladha lalu. "Cabai dua mingguan ini turun. Bawang merah juga jadi turun," ungkapnya. Harga bawang merah di tempatnya jualan turun dan sekarang harganya mencapai Rp15.000 per kilogram.

Sementara, petani di Kulonprogo mulai menanam bawang merah di lahannya sejak pertengahan Agustus lalu. Di musim tanam tersebut lahan tanam diperluas untuk kejar target produksi. "Harapan kita ketika tanam bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat panen harga juga tinggi dan tidak merugikan petani," ujar Asisten Daerah II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam, Setda Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono.

Lahan tanam bawang merah di Kulonprogo yang diperluas Pemkab yaitu 40 hektar. Pemkab Kulonprogo menargetkan peroduksi bawang merah di tahun ini sebanyak 6.135 ton.