PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Ilustrasi panen bawang merah. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat sudah ada lahan seluas 110 hektare yang panen bawang merah. Total komoditas yang dihasilkan sudah mencapai 1.430 ton.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, budidaya bawang merah menjadi harapan baru bagi petani di Bumi Handayani. Paslanya, komoditas ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi ketimbang menanam padi.
BACA JUGA: Produksi Bawang Merah di Sleman mencapai 64.000 Kg
Ia mencatat hingga sekarang sudah ada 110 hektare yang panen bawang merah. Jumlah ini, masih bisa bertambah karena proses budidaya masih berlangsung.
“Untuk sentra tanam bawang merah ada di Kapanewon Wonosari, Playen, Purwosari, Semin. Selain itu, kawasan pesisir juga mulai ditanami seperti di Kapanewon Tanjungsari dan Tepus,” kata Raharjo, Senin (1/9/2025).
Berdasarkan pengubinan yang dilakukan, hasil budidaya mampu menembus 13 ton per hektarenya. Oleh karena itu, secara akumulasi panen yang dihasilkan telah mencapai 1.430 ton bawang merah.
“Memang ada tantangan yang harus diatasi, keberadaan fenomena kemarau basah membuat proses pemeliharaan tanaman bawang merah lebih sulit dari biasanya,” katanya.
Meski demikian, ia optimistis panen yang dihasilkan bisa maksimal karena rekornya dapat mencapai 4.000 ton dalam setahun. Upaya pendampingan terus dilakukan dengan menerjunkan petugas lapangan yang dimiliki sehingga dapat membantu para petani guna mengatasi persoalan hama pengganggu dalam proses budidaya.
Menurut dia, proses pemeliharaan menjadi kunci agar panen bisa optimal. Selain memastikan kebutuhan pupuk dan pasokan air mencukupi, upaya pengawasan terhadap hama juga wajib dilakukan sehingga saat terjadi serangan bisa teratasi sejak awal.
“Untuk harga relative stabil di kisaran Rp35.000-40.000 per kilonya sehingga petani bisa mendapatkan untung,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan, potensi budidaya bawang merah di Masyarakat semakin banyak sehingga dapat menambah pasokan kebutuhan di pasaran. Pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan berupaya agar harga tidak anjlok saat panen raya bawang merah.
“Harga sempat fluktuatif karena adanya tambahan pasokan dari luar daerah. Tapi, untuk sekarang relative stabil dab harapanya tidak anjlok,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Seorang petani di Kalurahan Giritirto, Purwosari sedang melakukan pemeliharaan terhadap tanaman bawang merah yang dimiliki. Foto diambil 28 April 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.
Como 1907 lolos Liga Champions namun menghadapi masalah stadion dan defisit Rp1,8 triliun yang mengancam di Eropa.
Lewis Hamilton dan Max Verstappen kembali terlibat duel sengit di GP Kanada 2026 saat Ferrari mulai menunjukkan kebangkitan.