Diserang Ulat, Bawang Merah di Bantul Terancam Gagal Panen

Mbah Tyo saat di ladang tanaman bawang merah yang diserang hama ulat, pada Kamis (27/6/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim (ST16).
29 Juni 2019 10:57 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Petani Bawang Merah di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul mengeluhkan serangan hama ulat grayak. Hama tersebut menyerang bagian daun tanaman, hal tersebut menyebabkan petani  bawang merah terancam gagal panen.

"Kalau ulat biasa disemprot pestisida sudah mati. Tapi  yang menyerang ini jenis ulat grayak. Ulatnya sudah kebal," kata Mbah Tyo selaku petani bawang merah ketika ditemui Harian Jogja, Kamis (27/6/2019)

Mbah Tyo sendiri memiliki luas tanaman bawang merah sekitar 1.000 meter persegi. Pada usia tanam 25 hari sekarang ini hampir semuanya terserang hama. Kondisi daunnya menguning dipenuhi oleh ulat kecil berwarna hijau, coklat ke hitam-hitaman, serta memiliki bercak kuning.

Menurutnya ulat grayak mulai menyerang sejak tanaman bawang merah berumur satu minggu, ulat tersebut menyerang pada bagian daun sehingga mengganggu sistem pertumbuhan. "Kalau kondisinya seperti ini, terancam nggak bisa panen," katanya.

Selain dilahan Mbah Tyo, ulat grayak diketahui juga menyerang area tanaman bawang merah yang lain. Hama lumayan parah menyerang tanaman milik Supardi. Ia menyampaikan, tanaman bawang merah miliknya berusia 25 hari dan kondisinya tak jauh berbeda dengan tanaman Mbah Tyo. Daunnya menguning dan dipenuhi oleh ulat.

Supardi mengaku sudah berulang kali. Bahkan setiap hari melakukan penyemprotan dengan pestisida. Namun hasilnya tetap sama. Ulat justru semakin ganas menyerang daun tanaman bawang merah miliknya.

"Setiap hari terus saya semprot tanpa henti. Bahkan, malam hari juga saya semprot. Belum mau hilang. Kalau seperti ini ya, udah susah. Bisa gagal panen," jelas Supardi.