Dito Ariotedjo Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Aktivitas penambangan pasir dan batu di Sungai Progo yang terletak disebelah Selatan Dusun Plataran, Minggu (18/8/2019)./Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, BANTUL—Tiga sungai di di DIY tercemar. Ketiga sungai tersebut adalah Sungai Progo, Sungai Serang, dan Sungai Opak-Oya.
Kepala Bidang Personal dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) Sahril mengatakan mengakui ketiga aliran sungai itu kini sudah dalam kondisi tercemar. Kategori pencemarannya, kata dia, sejauh ini sudah mencapai kategori sedang.
Dia menjelaskan pencemaran sungai bisa dideteksi dengan berbagai cara, salah satunya dari reaksi tubuh setelah bermandi di sungai terasa gatal atau tidak. “Jika gatal berarti bisa diduga tercemar, lalu kalau biota di sungai tersebut sudah tidak ada berarti tercemar juga,” kata Sahril ketika ditemui di sela-sela acara seminar tentang sungai yang merupakan rangkaian gelaran Jambore Sungai #4 di Kawasan Laguna Depok, Desa Parangtritis, Kecamatan Bantul, Minggu (25/8).
Menurut dia, banyak ikan sapu-sapu yang sejatinya bukan fauna endemik sungai yang ada di DIY. Itulah sebabnya, dia menyimpulkan daerah aliran sungai di DIY dalam kondisi tidak normal.
“Itu baru yang di DIY, kalau di Indonesia sendiri setidaknya ada 450 daerah aliran sungai. Sekitar 108 di antaranya sudah tercemar dan masuk dalam kategori kritis,” katanya.
Terkait dengan penyebabnya, kata dia, bisa berasal dari berbagai sumber, salah satunya dari wilayah hulu, yakni di Jawa Tengah. “Di sana ada sejumlah pabrik kulit dan tekstil yang tidak mengolah limbahnya dengan baik dan limbah tersebut dibuang ke sungai,” lantjunya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta (AKSY), Endang Rodjiani mengatakan pencemaran kategori sedang berarti air sungai memang tidak layak untuk minum dan mandi.
“Dari hasil pemantauan kami di sungai yang berada di wilayah Paker, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, memang lebih banyak ikan sapu-sapu ketimbang ikan lokal,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.