Transportasi Massal Khusus dari Bandara Kulonprogo ke Borobudur Akan Disiapkan

Umat Buddha menyaksikan pelepasan lampion dalam perayaan Hari Raya Waisak 25563 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019) malam. - Harian Jogja/Nina Atmasari
26 Agustus 2019 20:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyiapkan moda transportasi massal khusus dari Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) menuju Borobudur.

Saat berkunjung ke YIA, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan menyiapkan moda transportasi khusus untuk menunjang pengembangan Kawasan Strategis Pembangunan Nasional Borobudur. Namun, Kemenhub belum bisa memastikan rute dan jenis kendaraan seperti apa yang bisa digunakan. “Yang jelas, ada kendaraan masal yang bisa menghubungkan bandara dengan Borobudur,” kata Budi Karya saat berkunjung ke YIA, Minggu (25/8/2019).

Budi mengatakan transportasi massal tersebut harus didukung oleh pembangunan jalan yang memadai.

“Kalau untuk jalan, memang ini hubungannya dengan PUPR [Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]. Kami harapkan jalan ini cepat digarap,” ujar Budi.

Pemkab Kulonprogo sudah menyiapkan Bedah Menoreh untuk menunjang akses dari YIA menuju Borobudur. Tahun ini, Pemkab Kulonprogo bekerja sama dengan Pemprov DIY menyelesaikan detail engineering design (DED) Bedah Menoreh.

Total panjang jalan kabupaten untuk proyek Bedah Menoreh sepanjang 22,75 kilometer, sementara jalan provinsi 25,95 kilometer. Sisanya lima kilometer masuk wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Nur Cahyo Wibowo proyek Bedah Menoreh sudah berjalan. “Sudah secara tidak langsung berjalan dari 2017. Kami cicil, misalkan ruas Jalan Prangkokan Ngori itu akan terkena proyek Bedah Menoreh, dilebarkan dulu berapa meter, baru nanti hasil dari DED tinggal kami tambahkan,” kata Nur Cahyo.

Pemkab berharap proyek Bedah Menoreh tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan Borobudur, terapi juga kawasan wisata lainnya di Kulonprogo yang masuk pada Pegunungan Menoreh.

Selain dengan Bedah Menoreh, pemerintah menyiapkan konsep tol untuk memperlancar akses dari YIA menuju beberapa wilayah lain baik DIY maupun Jawa Tengah.

Namun, menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki konsep tol tersebut belum ada kepastian.

Pemkab Kulonprogo baru sebatas memberikan usulan pada Pemprov DIY untuk diteruskan pada Pemerintah Pusat. “Konsep yang kami usulkan baru sebatas tiga exit toll. Itu direncanakan mampu menampung lebih dari 500.000 kendaraan,” ujarnya.

Pemkab Kulonprogo mengusulkan lokasi exit toll bisa menghubungkan kawasan strategis lain, seperti RSUD Wates, kawasan perkotaan Wates baru, dan kawasan industri di Kecamatan Sentolo.