Raisa dan Katon Bakal Ramaikan Konser Amal FKKMK UGM

GM Pemasaran Harian Jogja Sri Pujiningsih (kedua dari kanan) berfoto bersama ketika menerima kunjungan Humas FKKMK UGM di Kantor Harian Jogja, Rabu (28/8/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
28 Agustus 2019 13:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM akan menggelar konser amal bertajuk Medical Charity Night di Ballroom The Rich Hotel Jogja pada 21 September 2019 mendatang. Gelaran musik itu menghadirkan Raisa, Katon Bagaskara dan Lilo.

Koordinator Acara Medical Charity Night FKKMK UGM Saraswati Suci Putri menjelaskan konser amal akan dimulai pukul 18.00 WIB, dengan menampilkan pemain musik dari FKKMK. Selain itu, akan dihadirkan juga penyandang disabilitas untuk tampil di panggung.

"Konser amal ini nantinya akan disumbangkan untuk pengembangan one stop learning center untuk difabel di Kebumen. Jadi nanti untuk memfasilitasi penyandang disabilitas agar bisa mendapat fasilitas pendidikan," terangnya saat berkunjung di Kantor Harian Jogja, Rabu (27/8/2019).

Ia menambahkan Katon dengan Lilo dijadwalkan akan ada sesi manggung bersama. Setelah itu puncaknya Raisa akan tampil di paling akhir hingga sekitar pukul 22.30 WIB. Pihahnya menargetkan sekitar 500 penonton dalam gelaran itu. “Untuk Raisa dijadwalkan sekitar sejam, itu sebagai puncak konsernya,” katanya.

Saraswati mengatakan, sebelum dihelat konser, pada pagi hari di hotel yang sama digelar kegiatan seminar bertajuk Alumni Berbagi dengan menghadirkan sejumlah pakar mulai dari Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, Mensetneg Pratikno dan beberapa nama lain. “Di seminar itu nanti akan ada FGD yang bisa diikuti para peserta dengan memilih sesuai bidang dan minatnya,” ujarnya.

Adapun tiket konser dibagi menjadi beberapa kelas, diamond Rp1 juta, platinum Rp750.000, gold Rp500.000, silver Rp250.000, bronze Rp150.000. Sedangkan untuk pelajar mahasiswa untuk silver dijual Rp150.000 dan bronze Rp75.000.

Humas FKKMK UGM Winanti Praptiningsih menyatakan, semua hasil konser akan disumbangkan untuk penyandang disabilitas terutama untuk membantu pembangunan kota difabel di Kebumen. Selain itu untuk membantu terciptanya kehidupan yang layak dan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas.  Pihaknya bekerja sama dengan Ascendia Project dalam rangka membantu penyandang disabilitas tersebut.

“Sampai saat ini penyandang disabilitas masih dipandang sebagai kelompok yang tidak berdaya, tidak bisa bekerja, merepotkan dan tidak produktif, kami berusaha untuk merubah stigma itu,” ujarnya.

Pembangunan one stop learning school di Kebumen diharapkan para difabel bisa mengakses pendidikan lebih baik. Program ini rencananya akan diperluas untuk menjangkau wilayah DIY serta Jawa Tengah pada umumnya.