PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Pengunjung melintas di objek wisata Taman Gumuk Pasir, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Rabu (28/8/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Restorasi atau proses pengembalian pada kondisi aslinya di kawasan gumuk pasir, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, mulai dilakukan. Pemda DIY menerjunkan puluhan aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke lokasi gumuk pasir untuk menertibkan semua bangunan dan menghilangkan pohon yang ada di atas gumuk pasir, Rabu (28/8/2019).
Kepala Dusun Grogol X Desa Parangtritis, Wusono mengatakan kawasan inti gumuk pasir terdapat di Dusun Grogol IX dan Grogol IX. Selama ini kawasan tersebut menjadi aktivitas wisata yang dikelola oleh warga sekitar yang terdiri dari warga Grogol VII-Grogol X. Ia menyebut ada sekitar 700 orang warga yang menggantungkan hidupnya dari kawasan gumuk pasir.
Selama ini warga mengelola berbagai wisata, mulai dari wisata swafoto, taman bunga, wisata jip dan ATV, sandboarding, pertanian, hingga warung kuliner. Ia berharap warga tetap diberikan tempat sekitar gymuk pasir untuk mencari rezeki. “Apa manfaatnya kalau gumuk pasir bagus kalau senadainya tidak ada hasilnya bagi warga?” kata Wusono.
Dalam beberapa kali sosialisasi, dia sudah menyampaikan kepada Pemda DIY bahwa masyarakat sangat setuju dengan adanya pemulihan kawasan gumuk pasir. Menurut dia, Pemda DIY sudah memikirkan bahwa masyarakat sekitar tetap dberikan tempat untuk mengelola wisata.
Dalam proses pemulihan pun, kata Wusono, akan dilakukan secara bertahap dan dilakukan mulai dari sisi utara jalan bagian timur sehingga selama penertiban, sehingga pengelola wisata yang belum terkena giliran penertiban masih bisa melanjutkan aktivitasnya mengelola wisata.
Senada, Ketua Pengelola Wisata Grogol VIII, Suparto tidak mempersoalkan adanya penataan untuk merestorasi kawasan gumuk pasir, namun ia meminta warga sekitar nantinya tetap bisa mengelola wisata sekitar gumuk pasir. “Gumuk pasir itu mulai ramai awalnya karena kreatifitas warga menyediakan berbagai fasilitas dan membersihkan gumuk pasir. Parangtritis juga dulu karena warga, setelah ramai pemerintah masuk. Jadi warga jangan dilupakan,” ucap Suparto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 15 Juni 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan, rute, dan tarif terbaru Rp8.000 di sini.
Prediksi Belanda vs Jepang Piala Dunia 2026 lengkap dengan skor, H2H, dan susunan pemain. Duel sengit Grup F.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 15 Juni 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp8.000 terbaru di sini.
Presiden Jerman Steinmeier bertemu Prabowo bahas investasi, energi hijau, hingga kerja sama strategis Indonesia-Jerman.
Jadwal Piala Dunia 2026 Senin 15 Juni: Jerman, Belanda, Spanyol tampil. Cek jam tayang dan prediksi laga seru hari ini.