Setahun Tertunda, Pengurus Golkar Gunungkidul Desak Musda Digelar
Pengurus Golkar tingkat kapanewon mendesak Musda Gunungkidul segera digelar setelah tertunda hampir setahun sejak dijadwalkan pada November 2025.
Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berupaya mengubur bangkai sapi milik Sunaryo yang mati mendadak di Dusun Kulwo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Selasa (27/8/2019)./Istimewa/Dokumen DPP Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul memastikan tahap pertama vaksin untuk pencegahan antraks di wilayah Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo telah selesai dilakukan. Meski demikian, proses vaksinasi terus dilakukan setiap enam bulan sekali dalam kurun waktu 10 tahun.
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan jajarannya berkomitmen untuk mencegah penyebaran antraks yang lebih luas. Menurut dia, berbagai upaya telah dilakukan salah satunya dengan memberikan vaksin terhadap hewan ternak milik warga yang berada di wilayah endemik antraks.
Bambang menjelaskan, sebelum Hari Raya Iduladha jajarannya sudah memberikan vaksin antraks terhadap ribuan ternak milik warga. “Sudah divaksin dan akan terus berlanjut. Rencananya enam bulan ke depan dilakukan vaksin ulang,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu (28/8/2019).
Menurut dia, pemberian vaksin dilakukan secara berkala selama 10 tahun. Adapun durasi vaksin diberikan setiap enam bulan sekali sehingga dalam satu tahun ada dua kali penyuntikan. “Bakteri antraks bisa bertahan hingga 80 tahun. Jadi upaya pencegahan harus dilakukan secara berkala. Selain penyuntikan, rencananya di wilayah yang positif antrak juga diambil sampel ulang untuk memastikan apakah bakteri masih ada atau tidak,” katanya.
Di tahap awal pemberian vaksin terbagi dalam dua zona meliputi Dusun Grogol 1,2,3,4,5 di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Zona merah ini juga berlaku untuk desa di wilayah Kecamatan Wonosari yang berbatasan dengan Dusun Grogol 4 yakni Dusun Tawarsari di Desa Wonosari dan Dusun Kajar 3 di Desa Karangtengah. Untuk zona kuning meliputi Dusun Grogol 2; Gunungsari; Banyubening 1 dan 2; Kulwo dan Kedung I di Desa Bejiharjo. Sedangkan untuk dusun di wilayah Kecamatan Wonosari meliputi Dusun Budengan 1 dan 2 di Desa Piyaman serta Dusun Selang 2, Desa Selang.
Kepala Seksi Kesehatan Veteriner DPP Gunungkidul, Retno Widiastuti, mengatakan pemberian vaksin anti antraks tahap pertama menyasar ke 662 ekor sapi, 1.472 kambing dan tujuh ekor domba. Menurut dia, upaya pencegahan akan terus dilakukan. Selain rutin mengecek kondisi kesehatan ternak juga dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyebaran penyakit pada hewan ternak. “Salah satu fokus sosialisasi yakni dengan mengimbau agar hewan yang mati mendadak untuk tidak disembelih karena tindakan itu bisa menjadi sumber penyebaran penyakit. Jadi, kalau ada hewan mati maka harus langsung dikubur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurus Golkar tingkat kapanewon mendesak Musda Gunungkidul segera digelar setelah tertunda hampir setahun sejak dijadwalkan pada November 2025.
Prabowo meminta Kapolri mengusut dugaan penyadapan terhadap Kepala Negara dan pejabat negara secara objektif serta transparan.
BPS mencatat kemiskinan Gunungkidul turun menjadi 13,27% pada 2026. Namun, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat.
Nusron Wahid mendatangi KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengurusan sertifikat tanah dan HGB Summarecon.
Prabowo memberhentikan Listyo Sigit dari jabatan KSP dan menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Plt Kepala Staf Kepresidenan.
Haas dikabarkan mengakhiri kerja sama dengan Esteban Ocon. Rafael Camara disebut akan menggantikannya pada GP Sao Paulo.