Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Harianjogja.com, PENGASIH--Sebanyak 12 Kelompok Wanita Tani (KWT) menampilkan kreasi lunch box atau paket makan siang dalam lomba Cipta Menu Festival Pangan Lokal Kulonprogo 2019 di halaman kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Selasa (27/8/2019).
Dalam lomba ini, para KWT menyajikan beragam paket makan siang unik. Mulai dari paket nasi jagung, sate lilit tempe, sayur lodeh daun nangka hingga sayur bening ubi jalar. Semua makanan tersebut diolah dari hasil bumi tanah Kulonprogo.
Kepala Distanpangan Kulonpogo, Aris Nugroho mengatakan kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Selain itu juga sebagai upaya mengangkat citra pangan lokal di mata masyarakat.
"Jika pangan lokal sudah dikenal, maka dapat digemari dan dikonsumsi oleh masyarakat, tidak hanya khusus masyarakat Kulonprogo, tapi juga secara luas," kata Aris di sela-sela acara, Selasa.
Dikatakan Aris, kegiatan ini juga untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat, utamanya dari ibu-ibu anggota KWT. Sebab, lomba tahun ini menu yang dinilai adalah kreasi paket makan siang yang isinya makanan lokal. "Harapanya jiwa wirausaha ibu-ibu lewat kreasi ini bisa tumbuh, dan dapat dipasarkan," ujarnya.
KWT yang memperoleh nilai tertinggi nantinya akan mewakili Kulonprogo dalam lomba serupa di tingkat provinsi. Lomba tersebut akan dilaksanakan pada September mendatang. Selain menampilkan kreasi paket makan siang sebagai inti lomba, kegiatan ini juga menghadirkan produk-produk makanan lokal Kulonprogo hasil kreasi KWT.
Salah satunya dari KWT Lestari, asal Desa Margosari, Kecamatan Pengasih. Kelompok ibu-ibu di KWT tersebut menampilkan produk olahan kunir asem dan beras kencur, tanpa bahan pengawet. Produk ini diklaim mampu bertahan lebih lama dibandingkan produk sejenis meski tanpa adanya pengawet.
"Karena kami terlebih dulu menyimpan di lemari es selama setengah hari, jadi ini sebagai pengawet alami," tutur Siti Rupingah, selaku Ketua KWT Lestari.
Selain beras kencur dan kunir asem, KWT Lestari juga memproduksi aneka kripik dan wedang uwuh. Produk mereka kini sudah dipasarkan di Toko Milik Rakyat (Tomira) dan sejumlah swalayan besar di Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.