Empat Bulan Dispar Gunungkidul Harus Kumpulkan Rp12,5 Miliar

Bupati Gunungkidul, Badingah saat menyapa para wisatawan di Pos retribusi Pantai selatan, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/ Jalu Rahman Dewantara
01 September 2019 20:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul harus bekerja ekstra keras karena capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pariwisata masih jauh dari target. Hal ini terlihat dari jumlah pendapatan yang masuk hingga akhir Agustus.

Tahun ini Dinpar Gunungkidul ditarget mengumpulkan pendapatan sebesar Rp27,8 miliar. Berdasar data, hingga akhir Agustus pendapatan yang diperoleh baru mencapai 15,3 miliar, sehingga selama empat bulan jawatan ini harus mengumpulkan pendapatan sekitar Rp12,5 miliar.

Kepala Dinpar Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan jajarannya terus berusaha mencapai target PAD dari sektor kepariwisataan. Menurut dia, capaian sudah mencapai sekitar 53% dari total target yang dicanangkan tahun ini. Menurut dia, masih ada waktu sekitar empat bulan agar PAD bisa terpenuhi. Meski masih ada kekurangan sekitar Rp12,5 miliar, Asti optimistis capaian bisa sesuai dengan apa yang diharapkan. “Kami yakin target bisa terpenuhi,” kata Asti kepada wartawan, Sabtu 31/8/2019).

Guna mencapai target, destinasi wisata yang selama ini menjadi unggulan masih menjadi tumpuan. Meski demikian, keberadaan destinasi baru seperti Pantai Ngrawe bisa menjadi daya tarik bagi para pengunjung. “Harapannya destinasi baru bisa ikut menyumbang pendapatan dalam upaya mencapai target PAD pariwisata,” katanya.

Disinggung mengenai destinasi penyumbang PAD terbesar, mantan Sekretaris Dinas Pertanahana dan Tata Ruang Pemkab Gunungkidul ini mengakui kawasan pantai masih mendominasi hampir mencapai 90%. Adapun sisanya disumbang kawasan lain seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk hingga destinasi di kawasan utara Gunungkidul seperti Gunung Api Purba Nglanggeran, Puncak Gunung Gentong Gedangsari Gunungkidul atau dikenal dengan Puncak 4G, Green Village, Embung Batara Sriten dan lain-lainnya. “Wisata pantai masih sangat mendominasi,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Eko Rustanto, mengatakan PAD wisata yang masih mencapai separuh target ini harus menjadi perhatian. Ia meminta Pemkab Gunungkidul, khususnya Dinas Pariwisata untuk bekerja dengan ekstra keras agar kejadian di tahun lalu tidak terulang. “Tahun lalu target PAD wisata tidak tercapai dan jangan sampai terulang lagi,” katanya.

Menurut dia, untuk mengefektifkan penarikan retribusi, Pemkab bisa mengambil terobosan dengan menyerahkan ke pihak ketiga, sehingga Dinpar bisa fokus dalam upaya pengembangan destinasi. “Kalau tidak mau Pemkab bisa membuat badan usaha milik daerah [BUMD] di sektor kepariwisataan,” katanya.