Kader PDIP Utarakan Niat Menjadi Wakil Bupati Kulonprogo

Logo PDIP - Antara
02 September 2019 22:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES—Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikabarkan telah menyampaikan minatnya untuk mengisi jabatan Wakil Bupati Kulonprogo. Mereka adalah Fajar Gegana dan Novidha Kartika Hadhi. 

“Untuk nama-nama belum dipilih atau diajukan secara resmi ke Dewan Pimpinan Pusat PDIP. Kalau bicara kader yang menyatakan minat, ada Fajar Gegana dan Novi [Novidha Kartika Hadhi],” ungkap Bendahara Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kulonprogo, Akhid Nuryati, Senin (2/9/2019).

Fajar Gegana merupakan Wakil Ketua DPC PDIP Kulonprogo dan Wakil Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kulonprogo, sebuah organisasi sayap PDIP. Sementara Novidha Kartika Hadhi merupakan Ketua DPC BMI Kulonprogo yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD DIY periode 2019-2024.

Akhid mengatakan untuk Novi, sapaan Novidha Kartika Hadhi, belum secara resmi menyampaikan minatnya mendaftar sebagai calon Wabup Kulonprogo kepada pengurus partai. Namun, Novi telah menunjukkan sinyal ketertarikan.

Selain dua sosok itu, muncul nama lain yang digadang-gadang menjadi kandidat cawabup Kulonprogo. Dia adalah Yoeke Indra Agung Laksana. Yoeke merupakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DIY. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD DIY periode 2014-2019. Dalam Pemilu 2019, Yoeke gagal mempertahankan kedigdayaananya di kursi dewan DIY.

Menurut Akhid, kemunculan Yoeke dalam bursa cawabup Kulonprogo bukanlah hal yang aneh ataupun melanggar aturan partai meski yang bersangkutan bukan warga Kulonprogo. Dia menyatakan semua kader PDIP punya peluang yang sama mendaftar sebagai Kulonprogo 2. Artinya, tidak sebatas hanya kader di Kulonprogo, tapi juga seluruh daerah di Indonesia.

 

PAN

Sejauh ini, PDIP belum membuka pendaftaran cawabup maupun mengumumkan prosedur pendaftarannya. Pengurus partai masih menunggu proses pengangkatan Wabup sekarang, yaitu Sutedjo, menjadi Bupati. Saat bupati definitif dilantik dan memberikan instruksi kepada DPRD Kulonprogo untuk mengusulkan nama-nama cawabup, barulah proses pendaftaran dibuka.

Fajar Gegana membenarkan ada dorongan terhadap dirinya yang muncul dari masyarakat agar maju sebagai Kulonprogo 2. “Bukan minat pribadi untuk jadi Wabup tetapi atas dorongan arus bawah,” paparnya.

Sebagai persiapan awal agar dilancarkan dalam pencalonan dirinya sebagai Wabup, Fajar mengaku sudah melakukan pergerakan, mulai dari menarik simpati masyarakat lewat sejumlah kegiatan sosial maupun pengenalan dirinya melalui media sosial.

Selain PDIP, partai lain pengusung Hasto-Tedjo dalam Pilkada Kulonpogo 2017 lalu yakni Partai Amanat Nasional (PAN) turut berambisi mengisi jabatan wabup. Ketua DPD PAN Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono, menegaskan tidak menutup kemungkinan partainya mengusulkan nama baru guna mengisi posisi wabup.

Jika nanti calon yang diusulkan partai pengusung dirasa pihaknya tak sesuai kriteria, PAN lanjutnya sudah menyiapkan sejumlah nama dari kadernya sendiri. Nama-nama ini kemungkinan besar akan diambil dari para Caleg PAN yang pada Pemilu Legislatif kemarin gagal memperoleh kursi DPRD Kulonprogo maupun DIY tetapi memiliki pengaruh besar di masyarakat.