Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Logo PDIP/Antara
Harianjogja.com, WATES—Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikabarkan telah menyampaikan minatnya untuk mengisi jabatan Wakil Bupati Kulonprogo. Mereka adalah Fajar Gegana dan Novidha Kartika Hadhi.
“Untuk nama-nama belum dipilih atau diajukan secara resmi ke Dewan Pimpinan Pusat PDIP. Kalau bicara kader yang menyatakan minat, ada Fajar Gegana dan Novi [Novidha Kartika Hadhi],” ungkap Bendahara Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kulonprogo, Akhid Nuryati, Senin (2/9/2019).
Fajar Gegana merupakan Wakil Ketua DPC PDIP Kulonprogo dan Wakil Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kulonprogo, sebuah organisasi sayap PDIP. Sementara Novidha Kartika Hadhi merupakan Ketua DPC BMI Kulonprogo yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD DIY periode 2019-2024.
Akhid mengatakan untuk Novi, sapaan Novidha Kartika Hadhi, belum secara resmi menyampaikan minatnya mendaftar sebagai calon Wabup Kulonprogo kepada pengurus partai. Namun, Novi telah menunjukkan sinyal ketertarikan.
Selain dua sosok itu, muncul nama lain yang digadang-gadang menjadi kandidat cawabup Kulonprogo. Dia adalah Yoeke Indra Agung Laksana. Yoeke merupakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DIY. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD DIY periode 2014-2019. Dalam Pemilu 2019, Yoeke gagal mempertahankan kedigdayaananya di kursi dewan DIY.
Menurut Akhid, kemunculan Yoeke dalam bursa cawabup Kulonprogo bukanlah hal yang aneh ataupun melanggar aturan partai meski yang bersangkutan bukan warga Kulonprogo. Dia menyatakan semua kader PDIP punya peluang yang sama mendaftar sebagai Kulonprogo 2. Artinya, tidak sebatas hanya kader di Kulonprogo, tapi juga seluruh daerah di Indonesia.
PAN
Sejauh ini, PDIP belum membuka pendaftaran cawabup maupun mengumumkan prosedur pendaftarannya. Pengurus partai masih menunggu proses pengangkatan Wabup sekarang, yaitu Sutedjo, menjadi Bupati. Saat bupati definitif dilantik dan memberikan instruksi kepada DPRD Kulonprogo untuk mengusulkan nama-nama cawabup, barulah proses pendaftaran dibuka.
Fajar Gegana membenarkan ada dorongan terhadap dirinya yang muncul dari masyarakat agar maju sebagai Kulonprogo 2. “Bukan minat pribadi untuk jadi Wabup tetapi atas dorongan arus bawah,” paparnya.
Sebagai persiapan awal agar dilancarkan dalam pencalonan dirinya sebagai Wabup, Fajar mengaku sudah melakukan pergerakan, mulai dari menarik simpati masyarakat lewat sejumlah kegiatan sosial maupun pengenalan dirinya melalui media sosial.
Selain PDIP, partai lain pengusung Hasto-Tedjo dalam Pilkada Kulonpogo 2017 lalu yakni Partai Amanat Nasional (PAN) turut berambisi mengisi jabatan wabup. Ketua DPD PAN Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono, menegaskan tidak menutup kemungkinan partainya mengusulkan nama baru guna mengisi posisi wabup.
Jika nanti calon yang diusulkan partai pengusung dirasa pihaknya tak sesuai kriteria, PAN lanjutnya sudah menyiapkan sejumlah nama dari kadernya sendiri. Nama-nama ini kemungkinan besar akan diambil dari para Caleg PAN yang pada Pemilu Legislatif kemarin gagal memperoleh kursi DPRD Kulonprogo maupun DIY tetapi memiliki pengaruh besar di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.