Baliho Miliknya Dianggap Ilegal, Timses Dewata: Ini Bisa Jadi Politis

Ilustrasi mayat. - JIBI
03 September 2019 14:22 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul tersengat listrik saat menertibkan baliho bergambar bakal calon Bupati Bantul dalam Pilkada 2020. Baliho yang memampang potret salah satu kandidat calon Bupati Bantul, Dewata Eka Putra itu ditertibkan lantaran tak berizin.

Melalui juru bicaranya, Dewata menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. "Kami ikut berbelasungkawa terkait kejadian itu, " kata juru bicara Dewata Eka Putra, Datin Wisnu Pranyoto, melalui sambungan telepon, Selasa (2/9/2019).

Datin mengaku belum mengetahui detail soal insiden yang terjadi di Simpang Banjardadap, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul, tersebut. Dia hanya tahu melalui media. Saat ini timnya tengah mencari tahu pada pihak ketiga.

Soal izin, Datin menegaskan semua baliho bergambar Dewata Eka Putra dipasang oleh pihak ketiga atau penyedia layanan iklan. Secara keseluruhan, timnya memesam sebanyak 40 baliho yang dipasang di 40 titik oleh pihak ketiga. "Bagi kami kalau ada persoalan, komplainnya ke pihak ketiga, EO [event organizer]," kata Datin.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bantul periode 2019-2024 ini juga tengah mempelajari soal aspek hukum dalam upaya penertiban baliho bergambar Dewata yang gencar dilakukan Satpol PP Bantul. Ia tidak menyebut berapa baliho Dewata yang sudah ditertibkan.

Menurut dia, baliho yang tak berizin di Bantul cukup banyak. "Ini tahun politik [jelang Pilkada Bantul 2020] mungkin juga ada unsur politis," kata Datin yang juga adik ipar dari Dewata Eka Putra.

Dewata selama ini gencar mengampanyekan dirinya untuk maju dalam Pilkada Bantul 2020 mendatang. Saat ini pemilik Pujha Fashion itu tengah mendekati sejumlah partai politik untuk kendaraan menuju pencalonan.