Anak Buahnya Tewas Tersengat Listrik saat Menertibkan Baliho, Begini Respons Kasatpol PP Bantul

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
03 September 2019 20:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16). Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL– Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menanggapi tewasnya salah satu anggota Satpol PP saat menertibkan baliho.

Yulius mengatakan bahwa tragedi yang menimpa petugas yang sedang menertibkan baliho di Jalan Pleret, Surodinagan, Jambidan, Banguntapan, Bantul, diakibatkan murni oleh kecelakaan kerja.

“Kejadian ini murni akibat kecelakaan kerja, pihak kami sudah koordinasi juga kepada pihak Polsek Banguntapan dan keluarga korban juga sudah kami kasih kabar,” katanya ketika ditemui pada Selasa (3/9/2019).

Kata Yulius, SOP penertiban baliho maupun reklame sebenarnya sudah diatur dalam setiap langkahnya, namun Yulius menduga karena kegiatan penertiban tersebut sudah terlalu sering dilakukan maka para petugas menjadi lupa untuk menggunakan alat keselamatan ketika melakukan penertiban.

“Jadi memang sudah ada SOP-nya tapi kan kegiatan penertiban ini sudah sangat sering kami lakukan jadi mungkin si petugas ini lupa untuk memakai alat keselamatan sebelum penertiban dimulai, yang jelas ini akan jadi bahan evaluasi kami,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa sebanyak dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul tersengat listrik saat menertibkan baliho bergambar bakal calon Bupati Bantul dalam Pilkada 2020 di Simpang Banjardadap, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul.

Yulius juga menjelaskan bahwa Ardi Suryo Nugroho yang sebagai anggota non-PNS Satpol PP Bantul tidak tertolong dan meninggal disebabkan oleh aliran listrik yang mengenai tubuhnya, sedangkan rekan Ardi, Sigit Priyatmo mengalami luka bakar yang serius.

“Yang satunya, mas Sigit mengalami luka bakar hamper 80 persen, oleh sebab itu masih kami upayakan untuk dirujuk di ke rumah sakit Sardjito atau Bethesda. Tadi itu proses evakuasinya kami meminta bantuan ke PLN, setelah itu baru kedua korban langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.