Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Geopark Gunungsewu/JIBI-Dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul optimistis status UNESCO Global Geopark Gunungsewu dapat dipertahankan. Rencananya pengumuman hasil revalidasi dilakukan dalam pertemuan Asian Pasific Geopark Network (APGN) di Rinjani, Lombok, Jumat (6/9/2019).
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan saat ini berlangsung simposium APGN di Rinjani, Lombok. Acara ini sudah berlangsung Senin (2/9/2019) hingga Jumat. Menurut dia, salah satu agenda di dalam simposium yakni mengumumkan hasil revalidasi UGG Gunungsewu serta pengumuman jaringan UGG terbaru. “Saat ini masih berlangsung acara dan pengumuman dilaksanakan di hari terakhir simposium,” kata Hary kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).
Dia menjelaskan keyakinan untuk mempertahankan status UGG tidak lepas dari pelaksanaan penilaian ulang. Meski secara resmi belum diumumkan, dari sisi peninjauan semua indikator dalam penilaian dapat dipenuhi.
Hary menjelaskan di dalam penilaian ulang terdapat hal yang membanggakan karena masyarakat di sekitar situs memiliki partisipasi aktif dalam upaya menjaga kelestarian. Selain itu, keberadaan situs juga berperan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan indikator ini kami optimistis green card bisa diperoleh dan status UGG Gunungsewu dapat dipertahankan,” kata mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Pariwisata Gunungkidul ini.
Status UGG memiliki makna penting untuk keberadaan kawasan karts Gunungsewu. Menurut Hary, dengan status tersebut selain untuk menjaga keberadaan situs dengan upaya konservasi, juga berperan untuk program edukasi dan pemberdayaan masyarakat. “Pengukuhan status sangat dibutuhkan, tapi yang paling penting keberadaanya bisa memberikan manfaat,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Antos Supriyadi, menyatakan status UGG Gunungsewu harus memberikan manfaat baik untuk masyarakat maupun Pemkab. “Potensi karst Gunungsewu sangat besar, salah satunya dalam upaya pengembangan sektor kepariwisataan. Jadi potensi ini harus benar-benar dimanfaatkan sehingga status UGG bisa memberikan dampak yang baik,” katanya, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.