Warga Gunungkidul Diimbau Amankan Ternak dari Serangan Hewan Liar
Musim kemarau meningkatkan risiko serangan hewan liar di pesisir Gunungkidul. Warga diminta memindahkan kandang ternak lebih dekat ke rumah.
Bupati Gunungkidul, Badingah (depan) membuka keran air saat meresmikan pamsimas di Kecamatan Karangmojo, Selasa (2/4/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul tahun ini menargetkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 15 desa. Total anggaran untuk pembangunan mencapai Rp3,6 miliar. Diharapkan melalui program ini bisa membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto, mengatakan program pamsimas sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Setiap tahun ada sekitar 15 desa untuk mendapatkan bantuan untuk pembangunan instalasi pengolahan air dan sanitasi. “Tahun ini ada 15 desa yang mendapatkan bantuan program,” kata Agus kepada wartawan, Senin (2/9/2019).
Dia menjelaskan, untuk pembangunan pamsimas di 15 desa dialokasikan anggaran sekitar Rp3,6 miliar. Adapun rinciannya Rp735 juta untuk pembangunan di tiga desa bersumber dari APBD kabupaten, dan sisanya sebanyak Rp2,9 miliar yang bersumber dari bantuan Pemerintah Pusat untuk pembangunan di 12 desa lainnya. “Sudah mulai pengerjaan dan mudah-mudahan bisa selesai akhir tahun ini,” katanya.
Menurut Agus, program ini dijalankan sebagai salah satu upaya memberikan layanan air bersih kepada masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini dari target 100% akses bersih kepada masyarakat di 2019, baru tercapai 84,77%. “Harapannya dengan pamsimas dapat meningkatkan akses layanan air bersih ke masyarakat. Selain itu, diharapkan juga dapat membantu mengatasi masalah krisis air bagi warga di musim kemarau,” katanya.
Dia menjelaskan untuk pembangunan pamsimas di setiap desa bisa menggunakan sumber air yang berasal dari sumur bor dan memanfaatkan sumber air yang dimiliki. “Di lokasi yang ada potensi sumber air, maka itu yang digunakan,” katanya.
Untuk layanan air bersih, Pemkab tidak hanya mengandalkan program pamsimas, tetapi juga memanfaatkan program perluasan jaringan layanan dari PDAM Tirta Handayani. “Mudah-mudahan dengan berbagai program maka layanan 100% akses air bersih ke masyarakat bisa diwujudkan,” katanya.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto, mengatakan untuk meningkatkan akses layanan air bersih ke masyarakat tahun ini PDAM menargetkan sambungan rumah (SR) baru sebanyak 2.465 pelanggan baru. Hingga saat ini dari target tersebut sudah tercapai 1.987 SR baru. “Kami optimistis target bisa terpenuhi,” katanya.
Selain menambah SR baru, PDAM juga memiliki program peningkatan layanan air ke pelanggan dengan cara memaksimalkan potensi sumber yang dimiliki, khususnya di musim kemarau. Diharapkan dengan peningkatan ini layanan ke pelanggan dapat terus lancar. “Sudah kami mulai dan harapannya kapasitas produksi dapat meningkat dari 455 liter per detik menjadi 595 liter per detik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim kemarau meningkatkan risiko serangan hewan liar di pesisir Gunungkidul. Warga diminta memindahkan kandang ternak lebih dekat ke rumah.
Shin Tae-yong hadir di GBK saat Timnas Indonesia vs Mozambik, sorot perhatian publik dan kenang kiprahnya bersama Garuda.
Survei DEN mengungkap program MBG berdampak besar pada UMKM, serap tenaga kerja lokal dan ciptakan ekosistem ekonomi baru.
Humas Pemda DIY mendominasi penerimaan Government Social Media (GSM) Award 2026 dengan menyapu bersih seluruh kategori penghargaan tingkat pemerintah provinsi.
Baznas Kulonprogo telah membedah 30 RTLH hingga Juni 2026 dan menargetkan 60 rumah layak huni hingga akhir tahun.
Timnas Indonesia unggul 1-0 atas Mozambik di babak pertama laga FIFA lewat gol Ole Romeny setelah dominasi sejak awal laga.