Pemkab Gunungkidul Dorong Pasangan Usia Subur Ikut Program KB

Ilustrasi program KB - JIBI
03 September 2019 23:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendorong masyarakat yang berusia subur untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Program ini menyasar tiga kategori pasangan usia subur (PUS).

Berdasar data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, hingga Juli 2019 terdapat 104.045 PUS khususnya wanita berpasangan yang telah mengikuti KB, dari jumlah PUS 117.026. Masih ada 12.981 PUS yang belum mengikuti program KB.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP3AKBPMD Gunungkidul, Dwi Iswantini, mengatakan banyak PUS yang belum mengikuti KB karena sejumlah hal di antaranya karena hamil, ingin anak dan ingin anak tunda. "Kami terkendala untuk menyadarkan PUS yang tidak ber-KB dengan alasan sudah mendekati masa menopause," ujarnya, Selasa (3/9).

Menurutnya jika dikaji dari sisi kesehatan, usia kesuburan wanita belum berhenti jika belum menopause. Oleh karena itu, ia merekomendasikan untuk pasangan yang sudah tidak ingin memiliki anak bisa mengikuti KB meskipun sudah berusia di atas 40 tahun. "Mereka susah untuk diajak ber-KB karena menganggap dirinya sudah tidak subur. Padahal di usia seperti itu kehamilan bisa terjadi dan sangat berisiko," katanya.

Di sisi lain, untuk PUS dengan kategori ingin anak tunda direkomendasikan pula melakukan KB untuk mengatur jarak kelahiran. Apabila tidak di atur dengan jarak, banyak risiko kehamilan yang dihadapi.

Dijelaskan Dwi Iswantini, beberapa program KB yang diminati yakni intrauterine device (IUD) dengan jumlah 17.992 wanita dan KB implan yang diikuti sebanyak 11.921 perempuan. "KB IUD atau spiral dan implan cukup tinggi peminatnya karena sederhana dan tidak memengaruhi hormonal," kata dia.

Salah seorang wanita pasangan usia subur di Kecamatan Playen yang mengikuti program KB, Siti Rosmiyati, mengaku memilih KB IUD sesuai saran bidan. Setelah melahirkan dia kemudian ikut program KB. "Saya direkemondasikan langsung pasang IUD," katanya, Selasa.