Olifant Tanamkan Peduli Lingkungan

Siswa Olifant High School dan SMAN 3 Jogja berfoto bersama sesuai teleconference class di Library OHS, Rabu, (4/9)./ Ist. - Olifant High School
06 September 2019 04:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Olifant High School (OHS) sesuai visi Catalyst for Innovation and Community mencoba dan berusaha untuk berinovasi khususnya dalam berbagai program pendidikan sociopreneur  yang dilakukan di sekolah dan memberikan dampak bagi lingkungan.

Marketing Communication Olifant School Mariana Hastuti, mengatakan tahun ini Olifant School mengambil fokus tema pada Diet Plastik dan Kampanye Zero Waste. Hal ini diambil sebagai bentuk peran serta sekolah bersama dengan peserta didik dan orangtua untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan pemeliharaan sumber daya yang kita miliki. Seperti yang diketahui, sampah khususnya plastik sudah sangat memberikan dampak ke lingkungan, baik secara polusi maupun kesehatan.

“Mengingat dan memperhatikan hal tersebut, Olifant School menginisiasi gerakan dari komunitas sekolah untuk meningkatkan rasa kepedulian dari anak-anak yang nantinya diharapkan dapat membawa dampak ke lingkungan sekitarnya. Olifant School memulai inisiasi ini bekerja sama dengan SMAN 3 Jogja sebagai sisterschool dari sekolah Warnambool College Australia, tahun ini juga mengambil tema tentang Plastic Diet & Zero Waste,” kata Mariana melalui siaran pers, Rabu (4/9).

Pada Rabu, (4/9), bertempat di Library OHS, diadakan teleconference class yang melibatkan tiga sekolah yaitu OHS, SMAN 3 Jogja dan kelas bahasa Indonesia dari Warnambool College Australian. Dalam teleconference class yang pertama ini, selain saling berkenalan, siswa-siswi OHS berkolaborasi dengan siswa-siswi SMAN 3 Jogja mengadakan diskusi mengenai beberapa topik seperti pelaksanaan diet plastik dan tantangannya, proyek sekolah yang dilakukan dalam rangka penanggulangan plastik dan berbagai topik lain berkaitan dengan kesadaran mengenai pengurangan penggunaan plastik. Dari hasil diskusi mereka mempresentasikan dan menceritakan ide serta gagasan mengenai konsen mereka tentang mengubah dan melakukan pembiasaan baik untuk bagaimana mengurangi penggunaan plastik dalam keseharian.

Presentasi ini dilakukan dalam bentuk teleconference antara 50 siswa dari Indonesia yang terdiri dari siswa-siswi OHS dan SMAN 3 Jogja, serta 25 siswa dari Warnambool College. Siswa-siswi dari Indonesia maupun siswa-siswi dari Australia mempresentasikan materinya sehingga antardua negara dapat mendengar serta membagikan ide dan gagasan masing-masing.

“Kegiatan ini akan menjadi kegiatan berkelanjutan yang nanti akan dilaksanakan bersama dengan tiga sekolah ini, dan kedepannya diharapkan dapat memperluas komunitas sekolah yang terlibat sehingga semakin banyak awareness mengenai penanggulangan sampah plastik ini bisa berkembang di lingkungan kita. Isu sampah sudah merupakan isu global, sehingga dengan melibatkan kerja sama dua negara ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran untuk lebih memperhatikan kondisi kebersihan bumi kita,” katanya.