Yusril Tegaskan Kasus Penyadapan Ponsel Presiden oleh Polisi Tak Mengarah ke Makar
Yusril Ihza Mahendra menegaskan kasus dugaan penyadapan ilegal oleh tiga personel Polri tidak mengarah pada tindak pidana makar.
Ilustrasi Pemilu. (JIBI)
Harianjogja.com, SLEMAN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sleman membuka pendaftaran bagi kader partai yang berniat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sleman 2020.
"Kami membuka peluang bagi kader untuk maju. Kami telah membentuk tim untuk pilkada dan telah membuka pendaftaran," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Sleman Koeswanto di Sleman, Sabtu (7/9/2019).
Menurut dia, PDIP Sleman diberi batas waktu oleh DPP agar pada 23 September 2019 mengirim nama kader ke DPP PDIP.
"Minimal dua calon yang diajukan, dalam waktu dekat ini yaitu 17 September akan mengirim nama ke DPD PDIP DIY," katanya.
Ia mengatakan, sebagai partai pemenang pemilu legislatif targetnya yaitu bupati.
"Kami harus membentuk koalisi yang kuat. Sejauh ini, sudah berkomunikasi dengan kader PAN dan Gerindra pada pembentukan alat kelengkapan dewan [AKD]. Sejauh ini kami belum berkoalisi dan untuk pilkada nanti kami harus berkoalisi. Kami tidak arogan," katanya.
Koeswanto masih enggan menyebutkan untuk nama calon, karena pendaftaran baru saja dibuka. Mekanismenya secara tertutup. Namun, dia memastikan calon yang diusung merupakan orang yang paham dengan situasi daerah.
"Karenanya kami tidak ingin ada intervensi dari pusat. Saya bisa memenangkan asal calon yang menentukan dari DPC, bukan DPP punya calon lalu diminta agar maju. Itu tidak laku" katanya.
Terkait kemungkinan mencalonkan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang dulu merupakan kader PDIP Sleman, Koeswanto menegaskan bahwa pintu telah ditutup untuk Sri Muslimatun.
"Pada pilkada 2016, Muslimatun justru maju mendampingi Sri Purnomo tanpa persetujuan partai. Padahal saat itu Muslimatun merupakan kader PDIP. Saya pikir tidak, karena pengalaman lalu itu menciderai partai," katanya.
Sementara nama Sri Muslimatun pada bursa Pilkada 2020 semakin menguat. Setelah sebelumnya Reno Candra Sangaji mendeklarasikan untuk mendampingi Muslimatun sebagai bakal calon wakil bupati.
Namun sejauh ini, Muslimatun masih enggan berkomentar saat disinggung mengenai pencalonannya pada Pilkada 2020.
Bahkan beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi terkait peluangnya untuk maju, Muslimatun hanya menjawab singkat, bahwa dirinya akan mengalir saja.
Saat ini, Muslimatun masih tercatat sebagai kader dari Partai Nasdem Sleman. Pada periode 2016-2021, dia menjadi wakil bupati mendampingi Sri Purnomo.
Untuk maju pada Pilkada 2020, Muslimatun tidak bisa jika hanya mengandalkan Nasdem.
Karena dalam konstelasi Pileg 2019, Nasdem hanya memperoleh tiga kursi. Artinya jumlah itu belum cukup bagi Muslimatun untuk maju sebagai calon bupati.
Hal tersebut membuatnya harus berkoalisi. Atau setidaknya mencari partai pengusung dengan perolehan kursi lebih banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Yusril Ihza Mahendra menegaskan kasus dugaan penyadapan ilegal oleh tiga personel Polri tidak mengarah pada tindak pidana makar.
Survei Bain 2026 mengungkap perbedaan prioritas pembeli mobil. Konsumen AS mengutamakan harga, sedangkan pembeli China mengejar teknologi.
Apple mulai menguji Apple Intelligence di China pada 4 November 2026 dengan dukungan Qwen. Simak fitur Siri, jadwal rilis, dan ketentuan aksesnya.
Jadwal League Cup 2026/2027, Rabu 4 November, menyajikan enam pertandingan. Simak jadwal siaran langsung dan klasemen terbaru 12 grup.
Beli Roblox Gift Card di GoPay Games dan nikmati cashback Rp20.000 dengan minimal transaksi Rp40.000. Simak syarat promo dan cara pembeliannya
Swedia menjadi negara dengan pulau terbanyak di dunia, disusul Norwegia dan Finlandia. Indonesia berada di peringkat ketujuh dengan 17.508 pulau.