Kisah Paskibraka Nasional 2026: Melawan Minder hingga ke Istana
76 Paskibraka Nasional 2026 dikukuhkan di Istana Negara. Mereka bercerita tentang seleksi, perjuangan melawan minder, hingga persiapan bertugas.
Ilustrasi Pemilu. (JIBI)
Harianjogja.com, SLEMAN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sleman membuka pendaftaran bagi kader partai yang berniat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sleman 2020.
"Kami membuka peluang bagi kader untuk maju. Kami telah membentuk tim untuk pilkada dan telah membuka pendaftaran," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Sleman Koeswanto di Sleman, Sabtu (7/9/2019).
Menurut dia, PDIP Sleman diberi batas waktu oleh DPP agar pada 23 September 2019 mengirim nama kader ke DPP PDIP.
"Minimal dua calon yang diajukan, dalam waktu dekat ini yaitu 17 September akan mengirim nama ke DPD PDIP DIY," katanya.
Ia mengatakan, sebagai partai pemenang pemilu legislatif targetnya yaitu bupati.
"Kami harus membentuk koalisi yang kuat. Sejauh ini, sudah berkomunikasi dengan kader PAN dan Gerindra pada pembentukan alat kelengkapan dewan [AKD]. Sejauh ini kami belum berkoalisi dan untuk pilkada nanti kami harus berkoalisi. Kami tidak arogan," katanya.
Koeswanto masih enggan menyebutkan untuk nama calon, karena pendaftaran baru saja dibuka. Mekanismenya secara tertutup. Namun, dia memastikan calon yang diusung merupakan orang yang paham dengan situasi daerah.
"Karenanya kami tidak ingin ada intervensi dari pusat. Saya bisa memenangkan asal calon yang menentukan dari DPC, bukan DPP punya calon lalu diminta agar maju. Itu tidak laku" katanya.
Terkait kemungkinan mencalonkan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang dulu merupakan kader PDIP Sleman, Koeswanto menegaskan bahwa pintu telah ditutup untuk Sri Muslimatun.
"Pada pilkada 2016, Muslimatun justru maju mendampingi Sri Purnomo tanpa persetujuan partai. Padahal saat itu Muslimatun merupakan kader PDIP. Saya pikir tidak, karena pengalaman lalu itu menciderai partai," katanya.
Sementara nama Sri Muslimatun pada bursa Pilkada 2020 semakin menguat. Setelah sebelumnya Reno Candra Sangaji mendeklarasikan untuk mendampingi Muslimatun sebagai bakal calon wakil bupati.
Namun sejauh ini, Muslimatun masih enggan berkomentar saat disinggung mengenai pencalonannya pada Pilkada 2020.
Bahkan beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi terkait peluangnya untuk maju, Muslimatun hanya menjawab singkat, bahwa dirinya akan mengalir saja.
Saat ini, Muslimatun masih tercatat sebagai kader dari Partai Nasdem Sleman. Pada periode 2016-2021, dia menjadi wakil bupati mendampingi Sri Purnomo.
Untuk maju pada Pilkada 2020, Muslimatun tidak bisa jika hanya mengandalkan Nasdem.
Karena dalam konstelasi Pileg 2019, Nasdem hanya memperoleh tiga kursi. Artinya jumlah itu belum cukup bagi Muslimatun untuk maju sebagai calon bupati.
Hal tersebut membuatnya harus berkoalisi. Atau setidaknya mencari partai pengusung dengan perolehan kursi lebih banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
76 Paskibraka Nasional 2026 dikukuhkan di Istana Negara. Mereka bercerita tentang seleksi, perjuangan melawan minder, hingga persiapan bertugas.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Cristiano Ronaldo mengisyaratkan musim 2026-27 bisa menjadi tahun terakhirnya sebagai pesepak bola profesional setelah karier lebih dari 20 tahun.
PLN menyiagakan 45.000 personel di 2.275 titik untuk menjaga keandalan listrik HUT RI ke-81 dengan cadangan daya 9 GW.
Apple mengusulkan komisi 15% untuk transaksi melalui tautan pembayaran di luar App Store. Tarif berbeda berlaku bagi pengembang tertentu.
Vietnam menang 0-2 atas Malaysia pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026. Simak hasil dan peluang kedua tim menuju final.