KPPS Pilur Gunungkidul Dibentuk, 230 TPS Siap Digunakan
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
Komunitas Legendaris Alumni Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) DIY saat memberikan bantuan air bersih bagi warga Dusun Gatak I, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Rabu (11/9/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kekeringan sebagai dampak musim kemarau benar-benar dirasakan oleh warga Gatak I, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari. Meski ada instalasi PDAM, keberadannya tidak bisa diandalkan karena alirannya sering macet. Guna memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli air dari pedagang swasta seharga Rp130.000 per tangki.
Kepala Dusun Gatak I, Edi Rusmanto, mengatakan di musim kemarau warga di wilayahnya benar-benar krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan, warga terpaksa membeli dari truk tangki pengangkut air. “Terpaksa beli karena air dari PDAM tidak bisa mencukupi,” kata Edi kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).
Dia mencontohkan, selama musim kemarau keluarganya sudah membeli air sebanyak 18 tangki dengan harga Rp130.000 per tangki. “Satu tangki paling hanya bertahan dua pekan dan setelah habis harus beli lagi,” katanya.
Dijelaskan Edi, di wilayahnya sudah ada instalasi PDAM. Meski demikian, instalasi tidak tersambung ke rumah-rumah karena di Dusun Gatak I hanya ada empat sambungan rumah yang digunakan untuk 101 kepala keluarga. “Sambungannya tidak satu rumah ke rumah lain, tapi hanya ada empat titik dan dari sambungan itu disalurkan ke rumah warga secara bergantian. Untuk pemakaian per satu kubiknya warga dikenakan biaya Rp8.000,” tuturnya.
Hanya, kata Edi, pasokan air dari PDAM sering macet sehingga warga terpaksa membeli. “Kalau mengadalkan aliran PDAM jelas tidak bisa karena alirannya sering macet,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kasino, warga Dusun Gatak I. Menurut dia, aliran air PDAM mengalir hanya menggunakan sistem gravitasi dari bak penampungan yang berada di Dusun Mendang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Hal inilah yang membuat aliran jadi kurang lancar karena sangat bergantung dengan tingkat isian air di bak penampungan. “Kalau bak penuh air bisa mengalir, tapi kalau sudah berkurang, maka aliran tidak sampai ke Dusun Gatak I,” katanya.
Pembina Komunitas Legendaris Alumni Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) DIY, KGPH Hadiwinoto, mengatakan jajarannya berinisiatif memberikan bantuan air bersih kepada warga Gunungkidul yang mengalami krisis. Total bantuan yang diberikan sebanyak 30 tangki, salah satunya disalurkan ke Dusun Gatak I, Desa Ngestirejo. “Selain di Ngestirejo, bantuan juga diberikan di Kecamatan Gedangsari, Paliyan dan Saptosari. Bantuan ini tidak ada muatan politis karena murni untuk berbagi dengan sesama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.